Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental

2 hours ago 4

Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental

Ilustrasi cek kesehatan./freepik

Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menemukan sejumlah persoalan kesehatan masih dialami pelajar berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah tahun 2025 dan 2026.

Permasalahan yang paling banyak ditemukan antara lain karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan kesehatan jiwa pada peserta didik.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Bantul, Siti Marlina, mengatakan hasil skrining tersebut menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut pembinaan kesehatan di sekolah.

“Dari hasil skrining memang masih ditemukan beberapa persoalan kesehatan pada anak sekolah seperti karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan kesehatan jiwa. Ini menjadi perhatian kami untuk tindak lanjut pembinaan dan edukasi di sekolah,” katanya, Jumat (8/5/2026).

Karies Gigi Jadi Masalah Dominan

Berdasarkan data SatuSehat Indonesiaku milik Kementerian Kesehatan, hasil CKG sekolah 2025 menunjukkan sebanyak 76.656 siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gigi dari total 97.289 peserta skrining. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.302 siswa atau 39,53% mengalami karies gigi.

Sementara pada hasil skrining 2026 hingga 7 Mei, sebanyak 6.901 anak atau 51,35% dari 13.439 peserta yang diperiksa juga mengalami karies gigi.

Menurut Siti Marlina, kebiasaan menyikat gigi yang belum benar serta tingginya konsumsi makanan manis menjadi faktor utama penyebab masalah kesehatan gigi pada usia sekolah.

“Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat terus kami dorong, termasuk pembiasaan sikat gigi bersama di sekolah dan penguatan UKS,” ujarnya.

Selain masalah kesehatan gigi, Dinkes Bantul juga menemukan tingginya angka kurang aktivitas fisik pada pelajar. Pada skrining 2025, sebanyak 74,92% dari 29.809 siswa yang diperiksa dinyatakan kurang aktivitas fisik.Sedangkan hasil skrining 2026 menunjukkan 42,03% dari 6.150 peserta juga mengalami kondisi serupa.

Gejala Gangguan Mental dan Siswa Perokok

Pemeriksaan kesehatan jiwa juga menunjukkan adanya gejala signifikan gangguan mental pada sejumlah siswa. Pada 2025, sebanyak 2.166 siswa atau 7,41% dari peserta skrining kesehatan jiwa terindikasi mengalami gangguan mental. Sementara pada 2026, ditemukan 164 siswa atau 5,19% menunjukkan gejala serupa.

Selain itu, Dinkes Bantul juga menyoroti temuan siswa perokok. Dari hasil skrining tahun ini, tercatat 319 siswa atau 10,16% peserta mengaku merokok. Menurut Siti Marlina, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, dan pencegahan perilaku merokok sejak usia sekolah.

“Sekolah dan keluarga punya peran penting karena anak-anak sekarang banyak terpapar informasi dan gaya hidup yang tidak sehat. Pendampingan harus dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news