Jumali Jum'at, 08 Mei 2026 19:37 WIB

Mercedes-AMG GT 63 S E Performance 4-Door Coupe (IST)
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 144.049 kendaraan Mercedes Benz di Amerika Serikat ditarik kembali (recall) akibat masalah pada sistem tampilan panel instrumen yang berpotensi mati total saat mobil sedang dikendarai. Kondisi ini membuat informasi penting seperti kecepatan, bahan bakar, hingga navigasi bisa hilang secara tiba-tiba.
Berdasarkan laporan Reuters yang dikutip Jumat (8/5/2026), Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) menyebut masalah tersebut berasal dari unit kontrol infotainment yang mengalami gangguan reset mendadak. Gangguan ini menyebabkan layar instrumen menjadi blank pada sejumlah model produksi 2024 hingga 2026.
Model yang terdampak meliputi lini kendaraan premium Mercedes Benz seperti AMG GT, C-Class, E-Class, SL, CLE, dan GLC. Hilangnya tampilan informasi di panel instrumen dinilai berisiko tinggi karena dapat mengganggu kesadaran pengemudi terhadap kondisi kendaraan saat melaju.
Sebagai solusi, NHTSA menyatakan bahwa perbaikan akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak di dealer resmi tanpa biaya. Pemilik kendaraan hanya perlu melakukan update sistem infotainment untuk mengatasi potensi gangguan tersebut.
Meski kasus ini terjadi di Amerika Serikat, pemilik Mercedes Benz di negara lain, termasuk Indonesia, disarankan untuk melakukan pengecekan ke dealer resmi guna memastikan apakah kendaraan mereka termasuk dalam daftar terdampak berdasarkan nomor sasis.
Selain Mercedes Benz, produsen mobil listrik Tesla juga sebelumnya melakukan recall besar terhadap lebih dari 360.000 kendaraan. Masalah pada sistem Full Self-Driving (FSD) dilaporkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di persimpangan akibat kesalahan respons terhadap kondisi lalu lintas.
Berbeda dengan recall mekanis tradisional, perbaikan pada kasus Tesla dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak jarak jauh (over-the-air/OTA), tanpa perlu kunjungan ke bengkel. Namun, otoritas keselamatan tetap mengklasifikasikannya sebagai recall karena menyangkut aspek keselamatan berkendara.
Dua kasus ini menunjukkan bahwa industri otomotif modern kini semakin bergantung pada sistem perangkat lunak, dan gangguan digital dapat berdampak langsung pada keselamatan pengemudi. Hal ini menjadi peringatan bagi konsumen untuk lebih memperhatikan aspek pembaruan sistem pada kendaraan modern yang semakin canggih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
4
















































