Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Positif Hantavirus

3 hours ago 4

Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Positif Hantavirus

Virus - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan hingga awal Mei 2026 belum ditemukan kasus positif hantavirus di wilayah DIY. Meski begitu, beberapa kasus dugaan atau suspek hantavirus masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi menjelaskan pemantauan terus dilakukan melalui surveilans sentinel rutin di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Tahun 2026 sampai saat ini belum ada laporan kasus positif Hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium, sementara itu suspek atau terduga Hantavirus yang sedang dalam proses pemeriksaan laboratorium, masih menunggu hasilnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Menurut Anung, kasus hantavirus pertama kali terdeteksi di DIY pada 2025. Saat itu terdapat enam warga yang dinyatakan positif melalui hasil pemeriksaan laboratorium.

Namun seluruh pasien berhasil sembuh dan tidak ditemukan kasus kematian maupun penularan lanjutan.

“Tahun 2025 pertama kali ditemukan kasus Hantavirus di DIY sebanyak 6 orang kasus positif dari surveilans sentinel rutin dan keenamnya sembuh, tidak ada kasus kematian, serta tidak ditemukan kasus lainnya,” katanya.

Hantavirus Ditularkan dari Tikus

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Virus juga bisa menyebar melalui udara yang tercemar partikel dari kotoran tikus maupun lingkungan seperti tanah dan air yang sudah terkontaminasi.

Anung menegaskan penyakit ini berbeda dengan Leptospirosis meski sama-sama berkaitan dengan tikus sebagai sumber penularan.

“Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira, sedangkan hantavirus disebabkan virus,” jelasnya.

Warga Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Dinkes DIY meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus, menggunakan alas kaki saat berada di area berisiko, serta rutin mencuci tangan setelah beraktivitas.

Masyarakat juga diminta menutup makanan dan sumber air agar tidak terkontaminasi hewan pengerat.

Selain itu, luka terbuka harus segera dibersihkan menggunakan sabun dan air mengalir apabila terkena kotoran tikus atau berada di area berisiko seperti gudang dan kebun.

“Segera bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir jika terkena kotoran,” kata Anung.

Surveilans dan Edukasi Diperketat

Pemerintah DIY juga memperkuat langkah pencegahan melalui surveilans aktif, pelacakan kontak, hingga pemasangan perangkap tikus untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium.

Edukasi kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan melalui puskesmas dan kader kesehatan di wilayah.

“Dinas Kesehatan DIY terus berkomunikasi dengan jajaran Kemenkes RI serta melakukan surveilans ketat dan langkah-langkah pencegahan di wilayah terdampak untuk memastikan situasi tetap terkendali,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news