Jumali Selasa, 18 Agustus 2026 12:27 WIB

Lamborghini Urus - Motor1
Harianjogja.com, JOGJA— Kebangkitan transmisi manual di segmen mobil eksotis belum mengubah arah strategi Lamborghini. Ketika sejumlah produsen hypercar dan supercar kembali menawarkan sensasi berkendara melalui girboks manual, Lamborghini justru memilih berfokus pada teknologi modern yang mengutamakan performa dan elektrifikasi.
Sikap tersebut disampaikan langsung oleh CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann. Menurutnya, pengembangan mobil dengan transmisi manual belum menjadi prioritas perusahaan karena Lamborghini masih memiliki sejumlah agenda lain yang tengah dikerjakan.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Lamborghini belum memiliki rencana menghadirkan kembali mobil dengan tiga pedal dan tuas transmisi manual dalam waktu dekat.
"Bagi saya, ini bukan sesuatu yang ada dalam daftar prioritas kami karena kami memiliki banyak agenda lain yang sedang digarap," kata Winkelmann seperti dikutip Carscoops, Selasa (18/8/2026).
Winkelmann juga menilai transmisi manual saat ini lebih banyak menyasar konsumen dari kalangan kolektor.
"Transmisi manual sebagian besar ditujukan untuk kolektor, dan hari ini kami tidak memiliki rencana ke arah sana," lanjutnya.
Tren Transmisi Manual Kembali Menguat
Pernyataan Lamborghini muncul ketika sejumlah produsen mobil berperforma tinggi mulai menghidupkan kembali transmisi manual sebagai daya tarik eksklusif.
Pagani, Koenigsegg, hingga Gordon Murray Automotive menjadi beberapa pabrikan yang menghadirkan mobil bertransmisi manual untuk memenuhi permintaan kolektor.
Tren tersebut semakin mendapat perhatian setelah McLaren memperkenalkan McL 6GT dengan transmisi manual. Ferrari juga ikut meramaikan segmen tersebut melalui 12Cilindri Manuale.
Kehadiran sejumlah model itu menunjukkan bahwa transmisi manual masih memiliki pasar tersendiri di segmen kendaraan premium, terutama bagi konsumen yang mengejar pengalaman berkendara dan nilai koleksi.
Namun, Lamborghini memilih tidak mengikuti tren tersebut.
Lamborghini Sudah Tinggalkan Transmisi Manual
Lamborghini sebenarnya memiliki sejarah panjang dengan mobil bertransmisi manual. Namun, pabrikan asal Sant’Agata Bolognese tersebut telah meninggalkan teknologi tiga pedal lebih dari satu dekade lalu.
Model jalan raya terakhir Lamborghini yang menggunakan transmisi manual adalah Gallardo LP560-2 50th Anniversary yang dirilis pada awal 2013.
Sementara di lini bermesin V12, Murciélago LP670-4 SV menjadi model terakhir yang menggunakan konfigurasi tiga pedal. Model tersebut disebut hanya diproduksi sebanyak lima unit di seluruh dunia.
Setelah itu, Lamborghini beralih menggunakan transmisi otomatis berperforma tinggi yang mampu memberikan perpindahan gigi dengan cepat untuk menunjang karakter mobil-mobil produksinya.
Elektrifikasi Membuat Transmisi Manual Makin Rumit
Faktor teknis juga menjadi tantangan bagi Lamborghini jika ingin kembali menghadirkan mobil manual.
Lamborghini kini memasuki era elektrifikasi melalui supercar hybrid seperti Temerario dan Revuelto. Integrasi transmisi manual dengan sistem penggerak hybrid membutuhkan rekayasa yang lebih kompleks sekaligus biaya pengembangan yang tinggi.
Kehadiran motor listrik, sistem manajemen tenaga, serta tuntutan efisiensi membuat konfigurasi transmisi manual semakin sulit diterapkan pada mobil berteknologi modern.
Karena itu, Lamborghini memilih mengarahkan sumber daya perusahaan untuk mengembangkan teknologi yang mendukung performa tinggi sekaligus memenuhi tuntutan regulasi emisi.
Lamborghini Pilih Kejar Performa Ekstrem
Arah pengembangan tersebut terlihat dari peluncuran Revuelto SV dalam ajang Monterey Car Week.
Model tersebut dibekali tenaga hingga 1.050 hp dan torsi mencapai 1.425 Nm. Produksinya juga dibatasi hanya 1.963 unit.
Strategi tersebut memperlihatkan bahwa Lamborghini lebih memilih mengembangkan teknologi performa modern daripada menghidupkan kembali karakter berkendara klasik melalui transmisi manual.
Bagi penggemar Lamborghini yang menginginkan kembali sensasi tiga pedal, peluangnya masih sangat kecil dalam waktu dekat. Untuk saat ini, pabrikan berlambang banteng itu tampaknya tetap memilih melaju bersama teknologi hybrid dan performa ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
8

















































