
Ratusan warga antusias berebut gunungan Grebeg Maulud. (ANTARA/Luqman Hakim)
Harianjogja.com, JOGJA— Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan kembali menggelar rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 dengan konsep sederhana. Meski demikian, masyarakat mendapat kesempatan menyaksikan langsung prosesi Miyos Gangsa di Kagungan Dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Rabu (19/8/2026).
Bupati Nayaka Keraton Yogyakarta, KRT Kusumanegara, mengatakan penyelenggaraan Grebeg Maulud 2026 masih berpedoman pada dhawuh atau perintah Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyederhanakan prosesi.
"Dhawuh dalem [Sultan] terkait penyelenggaraan Grebeg masih sama, kami menerima dhawuh untuk menyederhanakan prosesi Grebeg dimulai dari Grebeg Besar kemarin sampai sekarang Maulud juga masih dengan konsep pembagian ubarampe pareden," ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 meliputi Miyos Gangsa, Jadwal Tabuh Gangsa Sekaten, dan Kondur Gangsa. Ketiga agenda tersebut terbuka untuk masyarakat, sedangkan agenda Grebeg Maulud digelar secara tertutup.
Miyos Gangsa Tandai Dimulainya Sekaten
KRT Kusumanegara menjelaskan Miyos Gangsa merupakan prosesi penanda dimulainya Hajad Dalem Sekaten. Prosesi tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Gamelan Sekati yang menjadi pusaka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dua gamelan pusaka yang dikeluarkan dalam prosesi tersebut adalah Kangjeng Kyai Guntur Madu dan Kangjeng Kyai Nagawilaga. Miyos Gangsa dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026.
Tahun ini terdapat kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan prosesi Miyos Gangsa secara langsung di Kagungan Dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Setelah diberangkatkan dari Pancaniti, iring-iringan Gamelan Sekati akan dikawal sejumlah bregada prajurit. Rombongan kemudian melewati Pagelaran sebelum menuju Masjid Gedhe.
Carik Kawedanan Kaprajuritan Keraton Yogyakarta, MJ. Yuda Kawindra, mengatakan sejumlah bregada prajurit terlibat dalam prosesi Miyos Gangsa Be 1960 (2026).
Bregada tersebut antara lain Prajurit Langenkusuma, Prajurit Suranata, Prajurit Prawiratama, dan Prajurit Jagakarya.
"Dalam prosesi Miyos Gangsa, mereka bertugas mengawal keberangkatan Gamelan Sekati yang akan dibawa menuju ke Masjid Gedhe," jelasnya.
Warga Bisa Saksikan Prosesi di Pagelaran
Menurut Yuda, kesempatan menyaksikan Miyos Gangsa secara langsung di Pagelaran menjadi bagian yang dapat diikuti masyarakat pada penyelenggaraan Sekaten tahun ini.
Pagelaran akan mulai dibuka untuk masyarakat pada pukul 19.30 WIB. Warga yang hadir juga akan mendapatkan lilin yang dinyalakan ketika Gamelan Sekati menuruni Siti Hinggil.
"Nantinya masyarakat yang hadir di Pagelaran akan dibagikan lilin yang dinyalakan tepat ketika Gamelan Sekati menuruni Siti Hinggil. Info lengkap untuk registrasinya bisa dilihat di instagram resmi @kratonjogja.event," paparnya.
Dengan dibukanya Pagelaran, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyaksikan salah satu tahapan penting dalam rangkaian Hajad Dalem Sekaten secara langsung dari kawasan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Grebeg Maulud 2026 Tanpa Gunungan
Sementara itu, Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT. Sindurejo, mengatakan Grebeg Maulud 2026 tetap digelar dengan konsep sederhana seperti Grebeg Besar sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, tidak ada gunungan yang keluar dari keraton. Prosesi juga tidak disertai iring-iringan prajurit.
Sebagai gantinya, sedekah raja kepada kawula disimbolkan melalui pembagian ubarampe pareden kepada seluruh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.
KRT. Sindurejo menjelaskan bentuk upacara Grebeg dari masa ke masa memang dapat mengalami perubahan. Pelaksanaannya menyesuaikan zaman serta situasi dan kondisi yang dihadapi, selama esensi upacara tetap dipertahankan.
"Era Sultan terdahulu yang menghadirkan Grebeg sebagai upacara terbesar lengkap dengan kehadiran Sultan dan regalianya, kemudian sempat mengalami penyederhanaan pada masa perjuangan kemerdekaan RI. Bahkan pada masa HB X juga ada perubahan bentuk upacara Grebeg ketika pandemi Covid-19."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































