Penembakan di SMA Ateneo de Zamboanga Filipina, 4 Tewas dan 9 Luka

3 hours ago 2

Newswire

Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 15:47 WIB

Penembakan di SMA Ateneo de Zamboanga Filipina, 4 Tewas dan 9 Luka

Foto ilustrasi senapan angin dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, ZAMBOANGA—Penembakan terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Ateneo de Zamboanga, Kota Zamboanga, Filipina selatan, Selasa (18/8/2026) dini hari. Insiden tersebut menewaskan empat orang dan melukai sembilan lainnya, sementara terduga pelaku juga dilaporkan tewas.

Menurut laporan media lokal The Manila Times, penembakan terjadi sesaat sebelum kelas dimulai. Biro Investigasi Nasional Filipina menyebut korban meninggal terdiri atas dua siswa dan dua petugas keamanan, sedangkan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.

Identitas para korban hingga kini belum dirilis oleh pihak berwenang. Polisi dan penyidik masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta mengungkap rangkaian kejadian.

Terduga Pelaku Siswa Kelas Empat

Pihak berwenang mengidentifikasi terduga pelaku sebagai seorang pria yang merupakan siswa kelas empat SMA. Ayah terduga pelaku dilaporkan bekerja di Kantor Bea Cukai Kota Zamboanga.

Menurut keterangan aparat, terduga pelaku membawa pistol dan senapan ke dalam lingkungan sekolah. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk melepaskan tembakan di dalam kelas "tanpa provokasi yang jelas."

Wali Kota Zamboanga Khymer Adan Olaso mengatakan terduga pelaku dan para korban sama-sama merupakan siswa di sekolah swasta yang dikelola oleh Jesuit tersebut.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah siswa berlari meninggalkan gedung sekolah ketika suara tembakan terdengar. Situasi tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, polisi dan penyidik masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara. Pihak berwenang juga tengah mendalami motif penembakan serta kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem keamanan sekolah.

Kekerasan di Lingkungan Sekolah Jadi Perhatian

Penembakan di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian karena melibatkan remaja sebagai terduga pelaku. Peristiwa serupa juga terjadi di sejumlah negara dan memunculkan perhatian terhadap keamanan lingkungan pendidikan.

Salah satu kasus yang disebut dalam rangkaian kekerasan di lingkungan sekolah terjadi di SMA Debsirin Nonthaburi, Thailand. Dalam kasus tersebut, seorang siswa berusia 14 tahun dilaporkan melepaskan puluhan tembakan yang menewaskan delapan orang, termasuk kakek-neneknya serta guru dan siswa di sekolah tersebut.

Berbagai kasus kekerasan di lingkungan pendidikan menunjukkan adanya sejumlah faktor yang kerap menjadi perhatian, termasuk akses terhadap senjata api, konflik antarsebaya, serta lemahnya pengawasan terhadap kondisi anak dan remaja.

Akses terhadap senjata, baik yang berasal dari kepemilikan keluarga maupun pasar gelap, menjadi salah satu persoalan yang turut diperhatikan dalam berbagai penyelidikan kasus kekerasan bersenjata.

Selain itu, isu kesehatan mental, trauma akibat perundungan atau bullying, serta paparan konten kekerasan di platform digital juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai kekerasan yang melibatkan pelajar.

Dalam sejumlah kasus, penyelidikan menunjukkan pelaku dapat mempelajari penggunaan senjata melalui media sosial atau melakukan tindakan ekstrem setelah mengalami akumulasi amarah dan kesulitan mengelola persoalan pribadi.

Rentetan kasus tersebut kemudian mendorong perhatian terhadap upaya pencegahan, termasuk penguatan regulasi kepemilikan senjata, sistem deteksi dini persoalan kesehatan mental, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang lebih aman.

Namun, motif penembakan di SMA Ateneo de Zamboanga hingga kini belum diketahui. Pihak berwenang Filipina masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan rangkaian kejadian yang menyebabkan empat orang meninggal dunia serta sembilan lainnya terluka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news