
BYD Dolphin. - Harian Jogja/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— BYD Indonesia membukukan lebih dari 4.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama mengikuti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dari total tersebut, BYD M6 DM menjadi salah satu model dengan kontribusi terbesar setelah mencatat lebih dari 850 SPK atau sekitar 20% dari keseluruhan pemesanan selama pameran.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap pilihan teknologi elektrifikasi yang ditawarkan BYD di pasar Indonesia. BYD M6 DM sendiri merupakan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dari lini M6 yang sebelumnya telah dipasarkan dalam versi battery electric vehicle (BEV).
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan penerimaan terhadap M6 DM sudah terlihat sejak model tersebut pertama kali diperkenalkan di Indonesia.
“Kami merasa senang melihat BYD M6 DM sejak pertama kali diperkenalkan telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Indonesia. Penerimaan tersebut terus berlanjut hingga GIIAS 2026, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa teknologi DM menjadi pilihan yang relevan bagi keluarga di Tanah Air," ujarnya dikutip Selasa (18/8/2026).
M6 DM Tembus 3.200 Unit
Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, BYD M6 DM telah mencatat penjualan wholesales lebih dari 3.200 unit sejak diperkenalkan pada akhir Mei 2026.
Model PHEV tersebut juga dipersiapkan untuk diproduksi secara lokal di Indonesia. Langkah itu menjadi bagian dari pengembangan bisnis BYD sekaligus penguatan pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar domestik.
M6 DM melengkapi lini M6 yang sebelumnya tersedia sebagai kendaraan listrik berbasis baterai. Kehadiran teknologi DM memberikan alternatif bagi konsumen yang mencari kendaraan elektrifikasi dengan teknologi berbeda.
BYD Catat Pesanan dari Berbagai Model
Selain M6 DM, sejumlah model BYD lainnya juga menyumbang pemesanan selama GIIAS 2026. BYD Atto 1 menjadi salah satu produk yang mendapat sorotan dalam ajang otomotif tersebut.
Sekitar 20% pemesanan lainnya berasal dari beberapa model, yakni BYD Seal, BYD Atto 3, BYD Sealion 7, BYD Dolphin, hingga Denza D9.
Kinerja M6 DM juga menjadi bagian dari upaya BYD memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Perusahaan mengembangkan kendaraan dengan teknologi EV dan DM untuk segmen penggunaan yang berbeda.
Penguatan produksi lokal juga menjadi bagian dari strategi BYD dalam mengembangkan bisnis otomotifnya di Indonesia.
BYD dan Denza Kuasai 36% Pasar EV dan DM
Secara keseluruhan, BYD dan Denza mencatat penjualan lebih dari 32.800 unit sepanjang Juli 2026. Perusahaan mengklaim capaian tersebut menghasilkan pangsa gabungan sebesar 36% di pasar kendaraan listrik dan kendaraan berteknologi DM.
Dengan demikian, capaian lebih dari 4.000 SPK selama GIIAS 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan permintaan terhadap kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia.
Di tengah semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik dan teknologi elektrifikasi, M6 DM menjadi salah satu model yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pemesanan BYD selama pameran otomotif tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































