Pembukaan Kampung Ramadan Wedomartani di sisi timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (24/2 - 2026). Program kolaborasi ini dorong ekonomi warga sekitar.
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Kampung Ramadan Wedomartani yang digelar di sisi timur Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kegiatan ini difokuskan untuk menggerakkan perekonomian lokal dengan melibatkan pelaku usaha kecil dari warga sekitar.
Program tahunan tersebut menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat selama Ramadan. Selain menghadirkan ratusan stan UMKM, agenda ini juga diwarnai beragam kegiatan sosial dan hiburan bagi warga.
Panewu Wedomartani, Tri Akhmeriyadi, menyampaikan pembukaan Kampung Ramadan merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara pemerintah kalurahan dan sektor swasta. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat dukungan dari DRW Skincare.
“Tentu kami menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi. Program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam suasana bulan suci Ramadan,” ujarnya saat pembukaan, Selasa (24/2/2026).
Founder DRW Skincare Wahyu Triasmara menambahkan selain digelar ratusan stan UMKM, Kampung Ramadan Wedomartani juga menggelar pembagian sembako berbagai layanan gratis bagi masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan kulit gratis, pembagian takjil dan hiburan serta lomba. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah selebgram lokal dan nasional.
"Untuk tahun ini ada program Berani Berbagi, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini memang mengajak para influencer untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan," katanya.
Wahyu menambahkan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menginspirasi pengusaha lain agar turut bergerak meringankan beban masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan. Ia memastikan usahanya tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat.
"Banyak sekali UMKM yang terlibat, kami berharap bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik untuk warga sekitar. Tentunya kami juga berusaha semaksimal mungkin agar bisa berkontribusi," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Wedomartani, Teguh Budiyanto, menjelaskan kegiatan ini telah memasuki tahun kedua sejak digelar pada 2025. Program tersebut melibatkan warga dari sejumlah pedukuhan di sekitar kawasan stadion.
Menurutnya, meski didominasi pedagang kuliner, Kampung Ramadan juga menghadirkan produk fesyen dan berbagai kebutuhan lainnya. Pemerintah kalurahan berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan karena terbukti membuka peluang usaha bagi UMKM lokal.
“Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut karena terbukti membuka peluang besar bagi pelaku UMKM lokal dan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
3

















































