Jumali Jum'at, 08 Mei 2026 23:47 WIB

Kendaraan listrik - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pengujian fast charging pada SUV listrik Fang Cheng Bao Tai 3 milik BYD menjadi sorotan publik di Tiongkok.
Blogger otomotif China, James Yu atau dikenal sebagai Caishendao, mencatat suhu baterai kendaraan mencapai lebih dari 76 derajat Celsius saat pengisian daya cepat.
Hasil uji tersebut disiarkan langsung dan memicu perdebatan mengenai keamanan teknologi ultra-fast charging pada mobil listrik.
Suhu Baterai Tembus 76 Derajat
Dalam pengujian yang dilaporkan media otomotif China, Carnewschina, proses pengisian dilakukan dari kapasitas baterai 8 persen hingga 97 persen state of charge (SOC).
Sensor suhu eksternal yang dipasang di bagian bawah battery pack mencatat temperatur tertinggi mencapai 76,42 derajat Celsius. Sementara sistem diagnostik kendaraan menunjukkan suhu terminal baterai berada di kisaran 71 derajat Celsius. Selama proses pengisian berlangsung, sistem pendingin cair kendaraan disebut tetap bekerja normal.
Penguji Bantah Modifikasi Baterai
Caishendao membantah tudingan bahwa battery pack kendaraan telah dimodifikasi untuk kepentingan pengujian.
Ia menegaskan mobil dibeli resmi dari dealer BYD dan belum diregistrasi saat pengujian dilakukan.
Menurutnya, lima sensor suhu hanya ditempelkan di permukaan sel baterai tanpa mengubah struktur internal kendaraan. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode, yakni data dari sistem diagnostik kendaraan dan sensor independen.
“Hasilnya menunjukkan selisih suhu antara titik terpanas dan terdingin mencapai 6,5 derajat Celsius selama pengisian,” ujarnya.
Perdebatan Soal Risiko Degradasi dan Keselamatan
Perdebatan kemudian berkembang di media sosial Tiongkok. Sejumlah pengguna mempertanyakan apakah suhu tinggi saat fast charging dapat mempercepat degradasi baterai atau meningkatkan risiko kebakaran.
Beberapa warganet mengacu pada standar China GB/T 44500-2024 yang merekomendasikan ambang suhu baterai lithium iron phosphate (LFP) sebesar 65 derajat Celsius.
Suhu 76 derajat yang tercatat dalam pengujian disebut melampaui angka rekomendasi tersebut, meski standar itu belum diwajibkan secara resmi.
BYD Belum Beri Pernyataan Baru
Hingga kini, BYD belum mengumumkan perubahan spesifikasi sistem pengisian daya setelah munculnya perdebatan tersebut.
Sementara itu, beberapa studi akademik menyebut proses dekomposisi lapisan SEI pada baterai lithium-ion umumnya terjadi pada rentang suhu 80 hingga 120 derajat Celsius.
Artinya, suhu 76 derajat masih berada di bawah ambang dekomposisi berat, tetapi mulai memasuki zona yang perlu diwaspadai.
Penguji juga menegaskan belum ada kesimpulan final terkait dampak suhu tersebut terhadap umur baterai maupun aspek keselamatan jangka panjang.
Fast Charging Tetap Perlu Bijak
Kasus ini menjadi pengingat bahwa teknologi fast charging memang menawarkan kepraktisan, tetapi juga berpotensi meningkatkan suhu baterai secara signifikan.
Penggunaan pengisian normal atau slow charging dinilai tetap lebih ideal untuk menjaga suhu baterai dan memperpanjang usia pakai kendaraan listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2















































