Pesan Ajakan Demo di Polda DIY Diduga Provokasi, Ini Kata Gubes UII

6 hours ago 4

Pesan Ajakan Demo di Polda DIY Diduga Provokasi, Ini Kata Gubes UII Akses jalan di Ring Road Utara kembali dibuka setelah massa yang berdemo di depan Mapolda DIY membubarkan diri, Selasa (24/2 - 2026)

Harianjogja.com, SLEMAN— Pesan berantai berisi ajakan aksi demonstrasi di Polda DIY beredar luas di media sosial, termasuk platform X. Pesan tersebut disertai flyer berwarna merah dan memuat seruan untuk menyuarakan apa yang disebut sebagai “amarah kolektif”.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia, Masduki, menilai pesan tersebut sebagai bentuk provokasi yang berpotensi merekayasa gerakan yang sejatinya bersifat damai.

“Pesan itu merupakan upaya provokasi dan usaha merekayasa gerakan yang murni damai,” kata Masduki saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).

Masduki yang juga merupakan inisiator Forum Cik Ditiro menegaskan bahwa seruan aksi tersebut bukan berasal dari forum yang diinisiasinya. Ia mengaku tidak mengetahui pihak yang berada di balik pesan berantai tersebut.

Dalam pesan yang beredar, massa aksi disebut akan memusatkan titik parkir di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, sebelum bergerak menuju Mapolda DIY.

Pesan tersebut memuat ajakan kepada masyarakat untuk mengikuti aksi dengan rincian waktu, lokasi, serta mencantumkan sejumlah pihak sebagai contact person, di antaranya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta dan Satgas PPKS Srikandi UGM.

Berdasarkan pengamatan Harianjogja.com, hingga Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB, aparat kepolisian di Polda DIY telah memasang kawat penghalang massa serta menyiapkan sejumlah kendaraan taktis di sekitar lokasi.

Dugaan bahwa pesan ajakan tersebut bersifat provokatif semakin menguat setelah Direktur LBH Yogyakarta, Julian Duwi Prasetia, menyatakan pihaknya tidak pernah dilibatkan maupun diajak berkoordinasi terkait seruan aksi tersebut.

Julian menegaskan nomor telepon LBH Yogyakarta yang tercantum dalam pesan berantai dicatut tanpa seizin lembaganya. Ia menyatakan keberatan atas pencantuman nama dan kontak LBH dalam ajakan aksi yang dinilai sarat provokasi.

“Kami tidak pernah berkoordinasi dan nomor itu dicatut. Kami mohon agar contact person yang mengatasnamakan LBH Yogyakarta dihapus,” ujar Julian.

Pihaknya berharap masyarakat lebih kritis menyikapi ajakan aksi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh pesan yang sumbernya tidak jelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news