Newswire Selasa, 18 Agustus 2026 12:17 WIB

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Data Kementerian Sosial mencatat hingga pukul 15.40 WIB, terdapat sekitar dua ribu jiwa dilaporkan terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sth/wpa.
Harianjogja.com, KUPANG— Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah seiring pendataan yang dilakukan pemerintah daerah. Hingga Senin (17/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan data awal yang dirilis beberapa hari sebelumnya. Selain rumah penduduk, ratusan fasilitas umum dan infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah wilayah terdampak.
Kepala BPBD NTT, Mahadin Sibarani, mengatakan angka kerusakan yang tercatat hingga saat ini masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi di lapangan masih terus berlangsung.
“Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah,” kata Mahadin dalam laporan yang diterima di Kupang, Selasa (18/8/2026).
Kerusakan Naik Lebih dari Empat Kali Lipat
Mahadin menjelaskan peningkatan jumlah bangunan rusak terjadi setelah tim gabungan memperluas cakupan pendataan ke berbagai daerah terdampak gempa.
Berdasarkan data BPBD, pada laporan situasi 15 Agustus 2026 jumlah rumah rusak tercatat sebanyak 1.639 unit. Namun dalam kurun waktu dua hari, angka tersebut melonjak menjadi 7.968 unit.
Dengan demikian, jumlah rumah yang terdampak bertambah lebih dari empat kali lipat dibandingkan laporan awal pascagempa.
Menurut Mahadin, lonjakan angka tersebut bukan semata-mata karena kerusakan baru, melainkan hasil pendataan yang semakin detail dan menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.
“Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan,” ujarnya.
Ratusan Fasilitas Umum dan Infrastruktur Terdampak
Selain merusak rumah warga, gempa juga berdampak pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat.
BPBD NTT mencatat sebanyak 744 fasilitas umum dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 163 fasilitas umum dan infrastruktur terdampak.
Kerusakan yang terjadi meliputi berbagai bangunan pelayanan publik dan sarana pendukung lainnya yang kini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pemerintah daerah.
Peningkatan data kerusakan ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebutuhan penanganan darurat serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pendataan Masih Berlangsung
Mahadin mengatakan tim BPBD bersama pemerintah kabupaten dan berbagai instansi terkait masih terus melakukan pendataan di lapangan guna memperoleh gambaran kondisi yang lebih akurat.
Sejumlah wilayah yang menjadi fokus pendataan antara lain Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka yang termasuk daerah dengan dampak gempa cukup signifikan.
Menurutnya, verifikasi lapangan diperlukan agar data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat dan bangunan yang terdampak.
“Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan,” kata Mahadin.
BPBD NTT memperkirakan jumlah kerusakan masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan dari wilayah yang belum seluruhnya terdata. Karena itu, pemerintah terus memperbarui informasi guna mendukung proses penanganan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
7

















































