Baru Sepekan di PSIM Jogja, Marvin Loria Sudah Merasa Nyaman

5 hours ago 3

Baru Sepekan di PSIM Jogja, Marvin Loria Sudah Merasa Nyaman

Marvin Loria saat ditemui usai sesi latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Selasa (11/8/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Winger anyar PSIM Jogja, Marvin Loria, baru satu pekan menjalani kehidupan barunya di Indonesia. Namun, pemain asal Kosta Rika tersebut mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk merasa nyaman di Jogja karena cuaca dan suasana yang menurutnya memiliki kemiripan dengan negara asalnya.

Kondisi tersebut menjadi modal positif bagi Marvin Loria untuk menjalani pengalaman pertamanya berkarier di Asia. Selain lingkungan yang membuatnya nyaman, sambutan dari rekan-rekan setim di PSIM Jogja juga membantu pemain kelahiran 24 April 1997 itu lebih cepat menyatu dengan tim.

“Sejauh ini saya merasa baik dan senang berada di sini. Cuaca dan orang-orangnya menyenangkan, mirip dengan negara saya di Kosta Rika,” kata Loria, Selasa (11/8/2026).

Marvin Loria Tak Kesulitan Beradaptasi di Jogja

Bagi Marvin Loria, kepindahan ke PSIM Jogja merupakan pengalaman baru dalam perjalanan karier sepak bolanya. Untuk pertama kalinya, ia mencoba atmosfer kompetisi di Asia setelah sebelumnya lebih banyak berkarier di kawasan Amerika.

Selama berada di Indonesia, Loria mengaku belum menemukan kendala berarti dalam proses adaptasi. Satu hal yang menurutnya cukup berbeda adalah kondisi lalu lintas di Indonesia yang lebih padat dibandingkan Kosta Rika.

Di luar persoalan tersebut, lingkungan baru justru memberikan kesan positif bagi winger berkaki kiri itu. Ia merasa dapat segera menyesuaikan diri dengan kehidupan bersama skuad PSIM Jogja.

“Semua rekan setim saya adalah orang-orang yang baik dan menyenangkan. Saya merasa nyaman di sini dan kami adalah sebuah keluarga yang berusaha berjuang untuk segalanya,” ujarnya.

Sambutan tersebut membuat proses adaptasi Loria bersama Laskar Mataram berjalan lebih cepat. Ia pun mulai mendapatkan gambaran mengenai kualitas pemain Indonesia setelah menjalani latihan selama sekitar satu pekan.

Menurut Loria, pemain Indonesia memiliki kondisi fisik yang bagus. Kecepatan juga menjadi salah satu kemampuan yang dinilainya sebagai kekuatan tersendiri dari pemain lokal.

Pernah Merasakan MLS

Kehadiran Marvin Loria di PSIM Jogja bukan tanpa pengalaman. Pemain asal Kosta Rika tersebut datang dengan rekam jejak bermain di kompetisi level tinggi.

Pada musim lalu, Loria memperkuat Deportivo Saprissa yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Kosta Rika. Sebelum itu, ia juga pernah mencicipi Major League Soccer (MLS) bersama Portland Timbers di Amerika Serikat.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dibawa Loria ketika bergabung dengan PSIM Jogja. Selain memiliki pengalaman bermain di kompetisi bergengsi, ia juga menawarkan fleksibilitas di lini serang.

Loria dapat dimainkan sebagai winger kanan maupun winger kiri. Dalam situasi tertentu, pemain berkaki kiri tersebut juga mampu bergeser ke posisi tengah sesuai kebutuhan strategi pelatih.

“Di mana pun pelatih menginginkan saya bermain, saya akan berada di sana. Saya bisa bermain sebagai winger kanan, kiri, atau terkadang di tengah,” kata Loria.

Kemampuan bermain di sejumlah posisi tersebut membuat Loria memiliki ruang untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim. Ia menegaskan kesiapannya menjalankan instruksi pelatih di mana pun dirinya ditempatkan.

Sudah Mengenal PSIM Jogja Sebelum Datang

Sebelum tiba di Indonesia, Loria mengaku sudah pernah melihat sejumlah video pertandingan sepak bola Indonesia. Pengetahuan tersebut menjadi salah satu bekal awal sebelum dirinya memulai petualangan baru bersama PSIM Jogja.

Meski demikian, pemahamannya mengenai PSIM sebelumnya masih terbatas. Ia hanya mengetahui klub tersebut sebagai salah satu tim besar di Indonesia dan belum banyak mengetahui mengenai Laskar Mataram.

“Saya hanya pernah mendengar tentang mereka, karena saya tidak tahu terlalu banyak. Tetapi yang pasti, mereka adalah klub besar di sini di Indonesia,” jelasnya.

Kini, Loria terikat kontrak bersama PSIM Jogja selama satu musim. Tantangan lain yang harus dihadapinya adalah menjalani kehidupan jauh dari keluarga, termasuk anaknya yang masih berada di Kosta Rika.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Loria. Namun, ia memilih mengubah pola pikir agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan barunya dan memberikan kemampuan terbaik untuk PSIM Jogja.

Loria Lengkapi Skuad PSIM Jogja

Sebelumnya, Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar, menilai pengalaman yang dimiliki Marvin Loria menjadi modal penting bagi tim untuk memperkuat sektor sayap.

Kehadiran Loria juga disebut melengkapi kebutuhan skuad PSIM Jogja menjelang kompetisi Super League 2026/27. Dengan demikian, kedatangannya menjadi bagian dari persiapan tim menghadapi musim baru.

“Marvin Loria ibarat pelengkap dari puzzle susunan skuad PSIM Jogja jelang musim 2026/27. Kedatangannya mengakhiri aktivitas kami mendatangkan pemain baru jelang kampanye Super League bergulir per 4 September mendatang,” ujar Iksan.

Dengan pengalaman di Deportivo Saprissa dan MLS bersama Portland Timbers, kemampuan bermain di sejumlah posisi, serta proses adaptasi yang berjalan positif, Loria kini bersiap menjalani musim pertamanya bersama PSIM Jogja.

Bagi Loria, perjalanan tersebut dimulai dengan lingkungan yang membuatnya nyaman. Cuaca dan suasana Jogja yang terasa dekat dengan Kosta Rika, sambutan pemain PSIM Jogja, serta kesiapannya menjalankan berbagai posisi menjadi bagian dari proses awal pemain berusia 29 tahun tersebut sebelum kompetisi Super League 2026/27 bergulir pada 4 September mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news