Wako Padang Lepas KRI Teluk Kendari-518 dari Teluk Bayur, Semarakkan HJK ke-357 dan Jadi Sarana Edukasi Kemaritiman

7 hours ago 2

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — KRI Teluk Kendari-518 meninggalkan Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Minggu (16/8/2026), setelah hampir dua pekan bersandar dan menjadi salah satu magnet perhatian masyarakat dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Pelepasan kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Komandan KRI Teluk Kendari-518 Letkol Laut (P) Fanny Gunawan Siregar, Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, unsur Forkopimda Kota Padang, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Suasana pelepasan berlangsung hangat. Keberadaan KRI Teluk Kendari-518 di Pelabuhan Teluk Bayur sejak 6 hingga 16 Agustus 2026 tidak hanya menjadi pemandangan menarik bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung antara prajurit TNI AL dan warga.

Selama kapal bersandar, masyarakat dan para tamu yang datang ke Kota Padang mendapat kesempatan untuk menjelajahi bagian geladak kapal, berfoto, berinteraksi dengan prajurit, sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai kapal perang, pertahanan, dan dunia kemaritiman Indonesia.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodaeral II Padang yang telah menghadirkan KRI Teluk Kendari-518 untuk turut memeriahkan HJK Padang ke-357.

Menurut Fadly, kehadiran kapal perang tersebut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian perayaan HJK Padang. Terlebih, tema HJK ke-357, “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, tidak hanya berbicara mengenai kekayaan kuliner, tetapi juga mengangkat identitas Kota Padang sebagai kota pesisir dan pelabuhan yang sejak dahulu memiliki keterhubungan erat dengan dunia luar.

“Alhamdulillah, kehadiran KRI Teluk Kendari semakin menambah semarak perayaan HJK Padang ke-357. Selama bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur 6-16 Agustus 2026, pengunjung diperbolehkan menjelajahi geladak kapal, berfoto, berinteraksi dengan prajurit TNI AL, sekaligus menambah wawasan tentang pertahanan dan kemaritiman Indonesia,” ujar Fadly.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kehadiran KRI Teluk Kendari-518 memiliki makna lebih luas dibanding sekadar menjadi atraksi dalam agenda perayaan HJK.

Kapal tersebut, kata dia, menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan dunia maritim kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Padang sebagai kota yang memiliki garis pantai dan sejarah panjang sebagai kawasan perdagangan serta pelabuhan dinilai memiliki keterikatan kuat dengan kehidupan kemaritiman.

“Warga maupun tamu yang datang ke Kota Padang sangat antusias mengunjungi KRI Teluk Kendari untuk menyaksikan kemegahannya sekaligus menambah wawasan kemaritiman. Ini kesempatan langka bagi kita semua,” katanya.

Fadly berharap interaksi masyarakat dengan prajurit dan kapal perang TNI AL tersebut dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih baik tentang peran pertahanan negara sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap laut.

Sementara itu, Komandan KRI Teluk Kendari-518 Letkol Laut (P) Fanny Gunawan Siregar mengatakan, kapal yang dipimpinnya membawa sebanyak 117 prajurit, termasuk dirinya sebagai komandan kapal.

Ia mengaku senang dapat hadir di Kota Padang sekaligus mengambil bagian dalam perayaan HJK Padang ke-357. Menurutnya, kunjungan KRI Teluk Kendari-518 ke Padang juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih dekat peran kapal perang TNI AL kepada masyarakat.

“KRI Teluk Kendari-518 merupakan kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) yang dirancang untuk mengangkut pasukan, kendaraan tempur, tank, logistik, serta mendukung operasi pendaratan amfibi,” ujar Fanny.

Meski memiliki fungsi utama dalam mendukung operasi militer, Fanny menjelaskan bahwa peran KRI Teluk Kendari-518 tidak terbatas pada kepentingan pertahanan dan operasi tempur.

Kapal tersebut juga memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai misi kemanusiaan, termasuk distribusi logistik ke wilayah terpencil, mendukung penanggulangan bencana, serta membantu proses evakuasi masyarakat ketika terjadi bencana alam.

Peran tersebut membuat keberadaan kapal perang TNI AL juga bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan dukungan transportasi laut dan kemampuan logistik dalam skala besar.

Di sisi lain, Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan, kehadiran KRI Teluk Kendari-518 di Kota Padang merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat.

Kehadiran kapal tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan TNI AL terhadap peringatan HJK Padang ke-357.

“Kehadiran kapal ini juga bertujuan mempererat hubungan TNI AL dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat khususnya generasi muda terhadap dunia kemaritiman,” ujar Sarimpunan.

Menurutnya, kesempatan masyarakat untuk melihat secara langsung kapal perang dan berinteraksi dengan prajurit memberikan pengalaman yang berbeda. Hal itu diharapkan mampu membuka wawasan generasi muda mengenai luasnya dunia kemaritiman, termasuk tugas dan tanggung jawab TNI AL dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.

Selama sepuluh hari berada di Teluk Bayur, KRI Teluk Kendari-518 pun menjadi salah satu perhatian masyarakat yang mengikuti rangkaian HJK Padang. Kehadiran kapal perang tersebut mempertemukan unsur pertahanan dengan aktivitas masyarakat dalam suasana yang terbuka dan edukatif.

Bagi Pemerintah Kota Padang, momentum tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa perayaan HJK bukan hanya seremoni tahunan, melainkan ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi kota, membangun kolaborasi antarlembaga, serta menghadirkan pengalaman yang dapat dirasakan langsung masyarakat dan para tamu.

Dengan berlayarnya KRI Teluk Kendari-518 meninggalkan Teluk Bayur, rangkaian kunjungan kapal perang tersebut pun berakhir. Namun, pengalaman masyarakat menginjakkan kaki di geladak kapal perang, berinteraksi dengan para prajurit, dan melihat dari dekat kemampuan kapal jenis LST itu diharapkan meninggalkan kesan sekaligus pengetahuan baru tentang arti penting laut bagi Indonesia.

Bagi Padang yang tumbuh sebagai kota pesisir, kemaritiman menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah dan identitasnya. Kehadiran KRI Teluk Kendari-518 dalam HJK Padang ke-357 menjadi salah satu pengingat bahwa wajah Padang bukan hanya tentang kuliner dan pariwisata, tetapi juga tentang laut, pelabuhan, perdagangan, serta konektivitas dengan dunia yang lebih luas.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news