PADANG, KLIKPOSITIF — Sebanyak 29 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Padang ambil bagian dalam Wali Kota Cup U-12 yang digelar di Lapangan Kompak FC, Jalan Bypass Km 22, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (15/8/2026).
Kejuaraan sepak bola kelompok usia dini tersebut menjadi salah satu ruang kompetisi bagi para pesepak bola muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding. Turnamen yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Agustus 2026, itu tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga.
Pembukaan Wali Kota Cup U-12 dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang Eka Putra Buhari, Bendahara Umum KONI Kota Padang periode 2025–2029 Zulhardi Z. Latif, Ketua Pelaksana Wali Kota Cup U-12 Yuherdi, serta para pelatih, orang tua dan pemain dari 29 SSB peserta.
Kejuaraan tersebut terselenggara melalui sinergi Pemerintah Kota Padang melalui Dispora, dukungan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Padang Rustam Effendi, serta KONI Kota Padang. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini, sehingga proses pencarian dan pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari mengatakan, kompetisi sepak bola usia dini memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi atlet yang akan menjadi kekuatan olahraga Kota Padang pada masa mendatang.
Ia mengapresiasi antusiasme 29 SSB yang ambil bagian dalam turnamen tersebut. Menurutnya, semakin banyak anak-anak mendapatkan kesempatan bertanding, semakin terbuka pula peluang bagi Kota Padang untuk menemukan talenta-talenta muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.
“Kepada anak-anak kami yang hadir pada hari ini, beserta orang tuanya yang selalu mendampingi, mudah-mudahan menjadi bibit-bibit atlet Kota Padang ke depan nantinya,” ujar Eka.
Eka juga mengingatkan para pemain agar menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk belajar, bukan semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, pengalaman bertanding, kedisiplinan, kerja sama tim dan kemampuan menerima hasil pertandingan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter atlet sejak usia dini.
Ia meminta seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mengikuti arahan pelatih selama pertandingan berlangsung.
“Laksanakan pertandingan apa yang diinstruksikan oleh pelatih sehingga pertandingan berjalan lancar. Jadikan pertemuan 29 SSB ini sebagai ajang untuk menambah kawan-kawan baru bagi anak-anak kita semua,” katanya.
Selain kepada pemain, Eka juga memberikan perhatian kepada peran orang tua. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsistensi anak-anak mengikuti pembinaan olahraga.
Orang tua, kata dia, tidak hanya berperan mengantar dan mendampingi anak berlatih, tetapi juga menjadi benteng utama dalam membentuk lingkungan positif bagi tumbuh kembang mereka. Dengan aktivitas olahraga yang terarah, anak-anak memiliki ruang untuk menyalurkan energi, membangun pergaulan yang sehat dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Hal senada disampaikan Bendahara Umum KONI Kota Padang periode 2025–2029, Zulhardi Z. Latif. Ia menilai keberadaan kompetisi olahraga secara rutin memiliki dampak lebih luas daripada sekadar melahirkan atlet berprestasi.
Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi sarana positif untuk mengarahkan energi generasi muda sekaligus mempersempit ruang bagi munculnya berbagai aktivitas negatif, termasuk tawuran dan perkelahian antarpelajar.
“Jika semakin banyak kejuaraan-kejuaraan yang dilaksanakan dan anak-anak ini ikut, secara otomatis energi mereka sudah tersalurkan secara positif melalui olahraga,” ujar Zulhardi.
Ia menyebut pembinaan atlet harus dilakukan secara konsisten dan dimulai sejak usia dini. Kompetisi seperti Wali Kota Cup U-12 menjadi salah satu tahapan penting untuk memberikan jam terbang kepada calon atlet sebelum mereka memasuki kelompok usia yang lebih tinggi.
Zulhardi juga optimistis dukungan anggaran yang bersumber dari dana pokir DPRD dan disalurkan melalui KONI dapat memperluas pelaksanaan program pembinaan olahraga di Kota Padang.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada pencapaian prestasi di tingkat kota, tetapi terus berlanjut hingga tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
“Tentu dengan anggaran yang cukup, harapan kita apa yang menjadi program Pemerintah Kota Padang, Bapak Wali Kota Padang Fadly Amran, yaitu Padang Berlomba, Padang Juara, bisa tercapai. Hendaknya bukan hanya juara di tingkat Kota Padang saja, tapi anak-anak kita ini bisa menjadi juara sampai ke tingkat nasional,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Wali Kota Cup U-12 dipandang sebagai bagian dari mata rantai pembinaan atlet secara berjenjang. Talenta yang muncul dari kompetisi usia dini nantinya dapat terus dipantau dan dikembangkan melalui kelompok usia berikutnya.
Ketua Pelaksana Wali Kota Cup U-12 Yuherdi mengatakan, turnamen tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang perebutan trofi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan pemberian pengalaman bertanding kepada pemain-pemain muda.
Menurutnya, rangkaian pembinaan akan diarahkan secara berkelanjutan dari kelompok usia U-12, U-13, U-17 hingga U-23. Pola tersebut penting untuk menyiapkan generasi pesepak bola yang lebih matang, termasuk dalam menghadapi agenda olahraga daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 2–12 Oktober mendatang.
“Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sebagai penambah pendapatan (income) bagi UKM-UKM di Kota Padang,” ujar Yuherdi.
Ia menjelaskan, kehadiran puluhan tim bersama pemain, pelatih dan orang tua selama pelaksanaan turnamen turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi pertandingan.
Pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM serta berbagai usaha kecil di sekitar arena pertandingan ikut mendapatkan manfaat dari ramainya aktivitas selama turnamen berlangsung. Dengan demikian, penyelenggaraan event olahraga dinilai memiliki efek berganda, baik terhadap pembinaan atlet maupun pergerakan ekonomi masyarakat.
Selain trofi bagi para juara, panitia juga menyiapkan biaya pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap SSB yang berhasil meraih prestasi. Penutupan sekaligus penyerahan piala dan trofi dijadwalkan berlangsung pada Minggu sore (16/8/2026).
Dengan melibatkan 29 SSB, Wali Kota Cup U-12 diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi selama dua hari. Ajang tersebut menjadi ruang pertemuan bagi anak-anak dari berbagai SSB untuk mengasah kemampuan, membangun persahabatan dan belajar tentang sportivitas.
Di saat yang sama, kompetisi ini mempertegas pentingnya pembinaan olahraga yang dimulai sejak usia dini. Sebab, dari lapangan-lapangan sederhana dan pertandingan kelompok usia seperti inilah, talenta sepak bola masa depan Kota Padang diharapkan tumbuh dan berkembang hingga mampu membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.

22 hours ago
10


















































