KLIKPOSITIF- Harga pinang kering di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, terus mengalami kenaikan.
Dalam sepekan terakhir, harga komoditas tersebut mencapai Rp18 ribu per kilogram di tingkat petani.
Kenaikan harga ini disambut gembira oleh petani pinang. Salah satunya Jely (35), petani di Kecamatan Lengayang.
Ia mengatakan, sebelumnya harga pinang sempat berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram.
“Rp18 ribu per kilogram baru empat hari ini. Alhamdulillah, saya sangat senang dengan harga ini. Kalau bisa terus naik,” ujar Jely kepada Katasumbar, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani yang selama ini mengandalkan pinang sebagai salah satu sumber penghasilan.
Hal senada disampaikan Oyon. Ia menilai harga Rp18 ribu per kilogram dapat kembali meningkatkan minat petani untuk mempertahankan komoditas pinang.
“Kalau harga Rp18 ribu ini, tentu akan membuat petani lebih bergairah. Sebelumnya, komoditas pinang sudah mulai kurang diminati,” katanya.
Sementara itu, Iwit (41), salah seorang tauke pinang di wilayah tersebut, membenarkan kenaikan harga tersebut.
Ia mengatakan, harga pinang terus meningkat sejak akhir Juli 2026. Saat ini, harga pembelian di tingkat petani sudah mencapai Rp18 ribu per kilogram.
“Sampai pertengahan Agustus ini, harganya terus naik. Di tingkat petani sekarang sudah mencapai Rp18 ribu per kilogram,” ujarnya.
Iwit mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga pinang tersebut.
Namun, harga pembelian di tingkat tauke mengikuti harga dari gudang yang menjadi tujuan pengiriman pinang.
“Pembuangannya ke Padang. Kalau harga di Padang tinggi, tentu kami juga membeli dari petani dengan harga tinggi,” jelasnya.

1 day ago
8




















































