Ilustrasi. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pembangunan masjid di Padukuhan Bangungsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, mendadak terguncang setelah uang donasi yang disiapkan untuk melanjutkan pembangunan dilaporkan hilang dicuri. Di tengah proses pembangunan yang belum rampung, warga kini harus menghadapi kerugian hingga Rp13 juta yang selama ini dikumpulkan dari donatur dan hasil gotong royong masyarakat.
Kasus pencurian tersebut kini masih diselidiki jajaran Polsek Semin. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, hingga mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap pelaku pencurian.
Kapolsek Semin, AKP Wasdiyanto, mengatakan kasus itu pertama kali diketahui pada Senin pagi. Peristiwa terungkap setelah saudara korban yang juga bendahara pembangunan masjid menyadari uang yang disimpan di dalam tas telah hilang.
“Pencurian diketahui pada Senin pagi oleh saudara korban, selaku bendahara pembangunan masjid,” kata Wasdiyanto, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, laporan resmi sudah diterima kepolisian dan penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi menduga pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela.
Selain memeriksa rekaman kamera pengawas, petugas juga melakukan pemeriksaan sidik jari di lokasi kejadian. Polisi berupaya mengungkap pelaku karena uang tersebut rencananya digunakan untuk menyelesaikan pembangunan masjid warga di Padukuhan Bangungsari.
“Hasil sementara, pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela rumah milik korban,” ujarnya.
Terpisah, Bendahara Pembangunan Masjid di Padukuhan Bangungsari, Dani Susanto, mengatakan awalnya jumlah uang yang dilaporkan hilang sebesar Rp11 juta. Namun setelah dilakukan pengecekan ulang, total uang yang raib ternyata mencapai Rp13 juta.
“Awalnya dilaporkan hanya Rp11 juta, tapi setelah diperiksa ulang jumlahnya Rp13 juta. Kasus ini sudah kami laporkan ke pihak berwajib,” katanya.
Dani mengaku uang tersebut berasal dari donasi masyarakat dan bantuan untuk pembangunan masjid yang hingga kini masih berjalan. Kehilangan dana tersebut cukup memberatkan karena pembangunan belum selesai sepenuhnya dan masih membutuhkan biaya tambahan.
Meski demikian, Dani memastikan pembangunan masjid tetap akan diteruskan. Ia bahkan memilih mengganti uang yang hilang agar pekerjaan pembangunan tidak berhenti di tengah jalan.
“Harapannya pelaku bisa ditangkap, untuk uang yang hilang, saya menggantinya sehingga pembangunan tetap bisa dilaksanakan,” katanya.
Dani menjelaskan pembangunan masjid di Padukuhan Bangungsari berjalan secara swadaya berkat wakaf tanah dari warga serta bantuan dari donatur, termasuk bantuan dari Arab Saudi.
Namun bantuan tersebut disebut belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pembangunan. Karena itu, warga bersama pengurus masjid sepakat mencari tambahan dana dengan meminjam uang ke bank.
“Makanya kita sepakati pinjam uang di bank Rp50 juta menggunakan sertifikat yang saya miliki dengan angsuran selama tiga tahun,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, warga Padukuhan Bangungsari tetap melanjutkan gotong royong pembangunan masjid. Sejumlah warga terlihat bekerja bakti menyelesaikan pembangunan meski kasus pencurian dana masjid masih dalam proses penyelidikan polisi.
Dani mengaku tidak mengetahui pasti kapan pencurian terjadi. Ia baru menyadari tas berisi uang pembangunan masjid sudah hilang saat hendak beraktivitas.
“Kami tidak mau menuduh dan biarlah polisi yang mengungkap dan menangkap pelaku. Yang dicuri hanya uang, padahal di rumah juga ada motor, TV, laptop hingga gawai, tapi semuanya masih aman tidak dibawa kabur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

10 hours ago
3
















































