BEDAH BUKU: UMKM Piyungan Didorong Kuasai Pasar Digital

3 hours ago 2

 UMKM Piyungan Didorong Kuasai  Pasar Digital Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, saat memaparkan materi dalam kegiatan bedah buku. - Harian Jogja /Kiki Luqman

BANTUL - Pelaku usaha mikro dan kecil di Padukuhan Pager Gunung, di Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul didorong lebih aktif memanfaatkan pemasaran digital agar usaha mereka tidak berhenti di pasar lokal. Pemanfaatan telepon seluler hingga media daring dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas penjualan produk rumahan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku Pedoman Praktis Usaha Mikro dan Kecil di Era Milenial yang digelar di Pendopo Sanggar Seni Pager Gunung, Kamis (7/5). Kegiatan itu membahas tantangan usaha kecil yang masih kesulitan berkembang karena pengelolaan usaha dan pemasaran yang belum optimal.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro mengatakan pelaku usaha kecil perlu mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar usaha yang dijalankan mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar.

“Lewat bedah buku ini kami berharap UMKM di wilayah ini semakin berkembang dan bisa melek teknologi. Ada beberapa tips di buku ini agar UMKM bisa lebih besar atau berkembang,” ujarnya.

Kegiatan bedah buku tersebut juga dihadiri Pustakawan Ahli Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Budioyono serta redaktur penerbit buku Dyah Permatasari.

Budioyono menilai banyak usaha kecil di masyarakat masih berjalan stagnan karena minim pengalaman dalam mengelola usaha secara lebih profesional.

“Usaha-usaha kecil di sini sifatnya masih stagnan, karena mereka belum punya pengalaman bagaimana merencanakan usaha, mengatur anggaran, sampai menyelesaikan persoalan usaha,” ujarnya. Harian Jogja/Kiki Luqman Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, saat memaparkan materi dalam kegiatan bedah buku.

Ia menyebut perkembangan teknologi sebenarnya memberi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk secara lebih luas tanpa harus memiliki toko besar atau biaya promosi mahal.

“Sekarang dengan HP itu produk bisa dipasarkan lebih mudah. Tinggal dipotret, diunggah, lalu disampaikan ke calon pembeli,” ucapnya.

Menurut dia, perubahan pola pemasaran menjadi salah satu tantangan utama UMKM saat ini. Banyak usaha kecil yang masih bergantung pada penjualan langsung di lingkungan sekitar sehingga sulit berkembang lebih cepat.

Tak Hanya Soal Modal

Sementara itu, Dyah Permatasari menjelaskan buku yang dibedah dalam kegiatan tersebut menyoroti berbagai persoalan mendasar yang sering dihadapi pelaku usaha kecil.

“Di buku ini disampaikan bahwa usaha kecil sulit berkembang bukan semata karena modal, tetapi bagaimana cara mengelola usahanya,” katanya.

Ia menjelaskan buku tersebut membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha mikro dan kecil, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan operasional, kualitas produk, hingga penguatan sumber daya manusia.

Menurut Dyah, perkembangan teknologi saat ini membuka peluang baru bagi usaha kecil untuk menjangkau pasar yang lebih luas hanya dengan memanfaatkan telepon seluler. “Bisnis sekarang tidak harus punya toko besar. Dengan HP, memfoto lalu memposting produk sebenarnya sudah bisa menjadi langkah pemasaran,” ujarnya.

Dorongan digitalisasi UMKM di wilayah Piyungan itu diharapkan mampu membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar produk rumahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin banyak beralih ke platform daring. (Adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news