Petani Bantul Nikmati Harga Bawang Merah Tinggi, Tembus Rp34.000

5 hours ago 3

Petani Bantul Nikmati Harga Bawang Merah Tinggi, Tembus Rp34.000 Ilustrasi panen bawang merah. / Antara

Harianjogja.com, BANTUL— Petani bawang merah di Kabupaten Bantul menikmati panen raya yang menguntungkan pada musim tanam pertama (MT 1) 2026. Harga jual bawang merah yang tinggi membuat petani memperoleh keuntungan lebih besar dibanding musim sebelumnya.

Di sejumlah sentra pertanian bawang merah, harga bawang kualitas super bahkan mencapai Rp34.000 per kilogram. Sementara bawang merah kualitas sedang dibeli pedagang di kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram.

Salah satu petani bawang merah di Kalipakel, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Bantul, Kismanto, mengatakan hampir seluruh lahan pertanian di wilayahnya kini memasuki masa panen raya.

Menurut dia, kondisi cuaca yang relatif bersahabat menjadi faktor utama meningkatnya kualitas dan hasil produksi bawang merah tahun ini.

“Untuk bawang merah kualitas sedang dibeli pedagang sekitar Rp27.000 sampai Rp28.000 per kilogram. Sedangkan kualitas super bisa tembus Rp34.000 per kilogram,” kata Kismanto, Kamis (7/5/2026).

Harga tersebut dinilai cukup menguntungkan karena mampu menutup biaya produksi sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi petani.

Kismanto mengaku mengelola sekitar 420 lubang lahan bawang merah dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan pada musim ini.

Menariknya, aktivitas bertani bawang merah bukan pekerjaan utama Kismanto. Sehari-hari ia bertugas sebagai anggota Polsek Kretek di bagian Panit Reskrim.

Meski hanya menjadi pekerjaan sampingan, pertanian bawang merah disebut mampu memberikan tambahan penghasilan yang cukup berarti bagi kebutuhan keluarga.

“Tanam bawang merah itu ibarat berjudi. Kalau musim bersahabat hasilnya bagus. Untuk MT 1 ini cuacanya bagus sehingga hasil panennya juga memuaskan. Lumayan untuk tambahan biaya sekolah anak,” ujarnya.

Menurut Kismanto, keberuntungan tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga sebagian besar petani bawang merah di Bantul yang saat ini tengah menikmati hasil panen melimpah dengan harga pasar yang tinggi.

Setelah masa panen selesai, para petani di wilayah tersebut mulai bersiap melakukan perawatan tanaman cabai yang ditanam sebagai sistem tumpang sari.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu sebenarnya menjadi tantangan tersendiri bagi petani bawang merah.

Namun, menurut dia, petani di Bantul cukup beruntung karena cuaca di wilayah tersebut relatif lebih baik dibanding sejumlah daerah lain.

“Petani bawang merah di Bantul cukup beruntung karena cuaca bersahabat dan harga bawang merah di pasaran juga sedang tinggi,” katanya.

Joko menjelaskan tingginya harga bawang merah juga dipengaruhi belum masuknya sejumlah daerah lain ke masa panen raya. Akibatnya, pasokan di pasar masih terbatas sehingga permintaan terhadap bawang merah asal Bantul meningkat.

Situasi itu membuat pedagang dari luar daerah mulai berburu hasil panen ke Bantul dan memicu persaingan harga yang lebih baik di tingkat petani.

“Harga dibeli tinggi karena daerah lain belum panen raya. Jadi pasokan di pasar masih terbatas. Hukum ekonomi berlaku,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news