Rupiah Menguat ke Rp17.865, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Kunci

7 hours ago 4

Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026). Penguatan ini didorong kombinasi sentimen global yang membaik serta kondisi domestik yang relatif stabil, sehingga meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap aset keuangan Indonesia.

Berdasarkan data pasar, rupiah menguat 0,62% ke level Rp17.865 per dolar AS. Penguatan ini sejalan dengan tren positif sejumlah mata uang di kawasan Asia yang turut mendapat dorongan dari meredanya kekhawatiran geopolitik global.

Sentimen utama datang dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Optimisme tersebut menurunkan tingkat ketegangan di Timur Tengah, sehingga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa sentimen perdamaian tersebut menjadi katalis utama penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Menurutnya, stabilitas geopolitik berpotensi membuka kembali arus modal asing ke pasar negara berkembang.

“Penguatan rupiah didorong oleh ekspektasi damai AS-Iran yang meningkatkan selera risiko investor global,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Dari sisi domestik, kondisi sosial politik Indonesia yang terjaga turut memberikan sentimen positif. Aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah dilaporkan berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kekhawatiran berarti di pasar keuangan.

Di kawasan Asia, penguatan rupiah juga sejalan dengan mata uang lain seperti peso Filipina yang naik 0,51%, rupee India 0,49%, yuan China 0,20%, dan ringgit Malaysia 0,14%. Sementara itu, beberapa mata uang lain justru melemah terhadap dolar AS, termasuk yen Jepang dan won Korea Selatan.

Pelaku pasar kini juga menyoroti arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan diperkirakan menjadi faktor penentu arah pergerakan rupiah berikutnya, terutama terkait potensi kenaikan suku bunga acuan.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat daya tarik aset domestik dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.

Dengan dukungan sentimen eksternal yang membaik serta ekspektasi kebijakan moneter yang ketat, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai dinamika geopolitik yang dapat berubah cepat dan memengaruhi arah pergerakan mata uang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news