Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz, Iran Dikecam

2 hours ago 1

Kapal Tanker UEA Diserang di Selat Hormuz, Iran Dikecam

Ilustrasi - Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran melancarkan serangan rudal terhadap salah satu kapal tanker milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) saat melintas di Selat Hormuz. Insiden tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara Teluk dan Arab karena terjadi di jalur pelayaran energi strategis dunia.

Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan kapal tanker tersebut menjadi sasaran serangan pada Sabtu (8/8/2026) dini hari ketika sedang melewati Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak melalui laut. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran dan energi.

UEA Tuding IRGC Iran Serang Tanker ADNOC

Pemerintah UEA menyebut serangan terhadap kapal tanker itu sebagai tindakan pembajakan yang dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Abu Dhabi mendesak Teheran menghentikan serangan serta membuka kembali Selat Hormuz secara penuh dan tanpa syarat. Pemerintah UEA juga menilai penggunaan jalur tersebut sebagai alat tekanan politik dan ekonomi dapat mengancam stabilitas kawasan serta keamanan energi dunia.

ADNOC membenarkan salah satu kapalnya terkena serangan rudal ketika melintasi Selat Hormuz. Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita pemerintah UEA, WAM.

Meski demikian, perusahaan minyak tersebut belum mengungkapkan secara rinci tingkat kerusakan kapal maupun lokasi pasti ketika serangan terjadi.

15 Kapal ADNOC Disebut Pernah Diserang

Insiden terbaru tersebut terjadi setelah ADNOC sebelumnya menyatakan sejumlah kapal miliknya menjadi sasaran serangan rudal dan drone sejak konflik berlangsung.

Perusahaan tersebut mengatakan sebanyak 15 kapalnya telah diserang ketika melintasi Selat Hormuz. Tiga di antaranya dilaporkan menjadi sasaran dalam pekan ini.

Serangkaian serangan itu menyebabkan satu awak kapal tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka. Namun, dalam pernyataan sebelumnya ADNOC tidak secara langsung menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

ADNOC menyatakan perusahaan tetap berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah kondisi operasional yang disebut sangat menantang.

Sementara itu, IRGC sebelumnya telah memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz apabila kapal tersebut memiliki hubungan dengan negara yang dianggap sebagai musuh Iran atau tidak mematuhi instruksi Teheran.

Negara Teluk Kecam Serangan Kapal ADNOC

Serangan terbaru terhadap kapal tanker UEA tersebut kemudian mendapat kecaman dari sejumlah negara di kawasan.

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jassim Mohammed al-Budaiwi, menyebut serangan tersebut sebagai "eskalasi yang berbahaya dan tidak dapat diterima."

Ia juga menyerukan tindakan internasional untuk menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz serta menegaskan solidaritas GCC terhadap UEA.

Qatar turut mengecam serangan tersebut dan menolak penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar politik. Doha mendesak agar jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka sepenuhnya tanpa syarat.

Pemerintah Qatar memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan terhadap pelayaran di Selat Hormuz tidak hanya berdampak terhadap negara-negara di kawasan, tetapi juga dapat mengancam perekonomian global.

Arab Saudi juga mengecam keras penargetan kapal tanker tersebut. Riyadh menyatakan serangan Iran merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Resolusi 2817.

Arab Saudi menilai Iran harus bertanggung jawab atas dampak dari serangan tersebut dan menyerukan agar seluruh tindakan serupa segera dihentikan.

Yordania turut menyampaikan kecaman dan menyebut serangan terhadap kapal tanker UEA sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Amman juga menegaskan dukungannya kepada UEA.

Serangan terhadap kapal tanker ADNOC menambah ketegangan di sekitar Selat Hormuz. UEA dan negara-negara Teluk lainnya terus menyerukan agar jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka bagi lalu lintas kapal internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news