
Kantor pusat SAP yang terletak di Walldorf, Jerman/website\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Bisnis komputasi awan (cloud) SAP mencatat pertumbuhan 22% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I/2026. Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh segmen Cloud ERP Suite yang melesat 25% YoY dan mengangkat total pendapatan SAP sebesar 9% YoY.
Di Indonesia, SAP juga memperluas penetrasi bisnisnya ke sektor pertambangan. Perusahaan penyedia perangkat lunak global tersebut membantu PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) memodernisasi proses bisnis melalui penerapan SAP GROW.
Chief Executive Officer (CEO) SAP Christian Klein mengatakan capaian backlog komputasi awan yang solid ditopang strategi Autonomous Enterprise. Momentum pertumbuhan tersebut berlangsung pada portofolio Autonomous Suite maupun Business AI Platform.
"Pelanggan memilih SAP untuk mengoperasikan AI yang akurat dan patuh pada regulasi, berbasis pada proses bisnis serta data paling krusial mereka," ujar Klein dilansir dari laman resmi, Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, Chief Financial Officer (CFO) SAP Dominik Asam mengatakan kinerja semester I/2026 sangat kuat. Kondisi tersebut ditandai pertumbuhan arus kas bebas dan backlog komputasi awan yang berkelanjutan di tengah dinamika makroekonomi.
Menurutnya, hasil tersebut mencerminkan disiplin eksekusi target operasional perseroan.
SAP Modernisasi Proses Bisnis BRMS
Ekspansi SAP di Indonesia salah satunya terlihat melalui kerja sama dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). Dalam acara SAP NOW AI Tour Southeast Asia 2026, SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan BRMS memilih SAP GROW untuk memodernisasi proses bisnis sekaligus mempercepat pertumbuhan perusahaan.
Implementasi tersebut diselesaikan dalam waktu lima bulan bersama Accenture. Sistem yang diterapkan menstandarkan proses bisnis end-to-end di seluruh Grup BRMS yang mencakup lima entitas legal dan hampir 100 proses bisnis.
BRMS mengimplementasikan SAP S/4HANA Cloud Public Edition sebagai bagian dari transformasi tersebut. Sistem itu digunakan untuk membangun lingkungan data operasional yang terpusat dengan visibilitas real-time terhadap aktivitas bisnis.
Langkah tersebut mendukung peningkatan tata kelola, transparansi, konsistensi proses, serta kualitas pengambilan keputusan di seluruh organisasi.
"BRMS berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas operasional kami guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan bisnis di tengah dinamika industri pertambangan," ujar Presiden Direktur Bumi Resources Minerals Agoes Projosasmito.
BRMS Siapkan Ekspansi Pemanfaatan SAP
BRMS juga menerapkan model operasional pengadaan (procurement) hibrida. Model tersebut disiapkan untuk mendukung ekspansi perusahaan pada berbagai fungsi bisnis dan entitas di masa mendatang.
Implementasi sistem turut didukung program manajemen perubahan organisasi yang komprehensif. Program tersebut mencakup migrasi data, pelatihan berbasis peran, serta berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesiapan karyawan dalam mengadopsi sistem baru.
Setelah implementasi selesai, BRMS akan memusatkan perhatian pada stabilisasi sistem dan optimalisasi operasional. Perusahaan juga berencana memperluas pemanfaatan solusi SAP ke sejumlah area bisnis lainnya.
Area yang disiapkan mencakup Finance, Enterprise Asset Management (EAM), dan Human Resources (HR). Perluasan tersebut ditujukan untuk semakin memperkuat fondasi digital yang mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
"Melalui adopsi SAP GROW, BRMS membangun fondasi digital yang kuat dengan kapabilitas AI yang tertanam (embedded AI), proses bisnis berbasis best practice yang telah terstandarisasi,” Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1

















































