Kota Magelang Didorong Jadi Contoh Toleransi Beragama

4 hours ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 23:47 WIB

Kota Magelang Didorong Jadi Contoh Toleransi Beragama

Wali Kota Magelang Damar Ptasetyono (tengah) memukul kentungan saat membuka Diskusi Publik Lintas Iman yang diseselenggarakan Forum Mayarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang, Minggu (9/8/2026). ANTARA/Heru Suyitno\r\n

Harianjogja.com, MAGELANG—Kota Magelang dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi contoh toleransi beragama di Indonesia. Keberagaman masyarakat yang telah menjadi bagian dari kehidupan kota tersebut dianggap sebagai kekuatan untuk membangun kerukunan antarumat beragama.

Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menyebut Kota Magelang memiliki potensi besar untuk menunjukkan bagaimana perbedaan keyakinan dapat berjalan berdampingan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Saya kira Kota Magelang ini merupakan etalase keberagaman, etalase seluruh umat beragama," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (9/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Wibowo setelah menjadi salah satu narasumber dalam Diskusi Publik Lintas Iman di Kota Magelang yang diselenggarakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang.

Keberagaman Jadi Modal Kerukunan

Menurut Wibowo, keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Magelang merupakan modal penting untuk membangun kerukunan antarumat beragama.

Ia menilai setiap agama memiliki keyakinan dan umat masing-masing. Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun persaudaraan dan bekerja bersama demi kepentingan yang lebih luas.

"Kita jadikan Kota Magelang sebagai kota yang menjadi contoh baik bagi toleransi dan keberagaman. Masing-masing agama memiliki keyakinan, masing-masing agama memiliki umatnya, tetapi dalam persaudaraan kita sama. Kita satu dan bergotong royong untuk masyarakat secara lebih luas," katanya.

Wibowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketenteraman. Menurutnya, ruang yang nyaman perlu terus diciptakan agar setiap umat dapat menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.

Dialog Lintas Iman Perlu Dirawat

Pandangan serupa disampaikan Allisa Qatrunnada Munawaroh Wahid atau Allisa Wahid, salah satu putri Presiden RI (1999-2001) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menurut Allisa, Kota Magelang sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang memiliki keberagaman kuat. Keberagaman tersebut juga terlihat dari banyaknya sekolah berbasis agama di kota tersebut.

"Kota Magelang ini memang terkenal dengan keberagaman dari dulu dan keberagamannya juga sangat kuat. Sekolah-sekolah berbasis agama juga banyak di Kota Magelang," katanya.

Ia menilai keberagaman tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi perlu dirawat melalui dialog dan interaksi antar-kelompok agama.

Karena itu, kegiatan lintas agama seperti Diskusi Publik Lintas Iman di Kota Magelang dinilai menjadi salah satu sarana penting untuk menjaga kerukunan yang telah terbentuk.

"Kota Magelang sebagai wilayah yang mengedepankan toleransi itu penting sekali dirawat, dan dialog pada hari ini merupakan upaya untuk merawat hal tersebut," katanya.

Allisa juga menyebut terdapat harapan agar pengalaman Kota Magelang dalam menjaga kerukunan dapat menjadi model bagi daerah lain, bahkan Indonesia secara lebih luas.

Deklarasi Magelang Jangan Berhenti di Seremoni

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai kegiatan yang digelar FMKI Kota Magelang menunjukkan semangat kebersamaan karena melibatkan berbagai unsur lintas agama.

"Ini kegiatan yang positif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh FMKI, tetapi yang diundang lintas agama, semua agama datang dan menandatangani Deklarasi Magelang," katanya.

Damar mengajak masyarakat menjaga toleransi dan harmonisasi antarumat beragama secara nyata. Menurutnya, semangat tersebut tidak boleh berhenti pada deklarasi, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Marilah bareng-bareng kita jaga toleransi ini, harmonisasi ini betul-betul diwujudkan secara nyata di Kota Magelang," katanya.

Ia mengatakan berbagai indikator toleransi di Kota Magelang menunjukkan perkembangan yang positif. Meski demikian, kebersamaan antar-masyarakat tetap perlu diperkuat agar semangat toleransi dapat terus dirasakan secara nyata.

Dengan keberagaman, dialog lintas iman, dan kebersamaan yang terus dirawat, Kota Magelang didorong tidak hanya mempertahankan kondisi toleransi yang telah terbentuk, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news