Sebuah plakat protes menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di San Francisco, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). ANTARA/Xinhua/Ziyu Julian Zhu - aa.
Harianjogja.com, PAKISTAN—Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan antara polisi dan massa pengunjuk rasa yang menerobos Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan. Aksi tersebut dipicu kemarahan massa atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Kepala Pusat Trauma Rumah Sakit Sipil Karachi, Dr. Sabir Memon, mengatakan sembilan jenazah pengunjuk rasa dengan luka tembak telah dibawa ke rumah sakit tersebut.
“Sebanyak 32 korban luka dirawat di RS Sipil Karachi, sementara delapan lainnya dibawa keluarga mereka ke rumah sakit swasta,” ujarnya.
Sementara itu, dokter kepolisian Dr. Summaiya Syed menyebut dua anggota polisi turut menjadi korban luka dalam bentrokan tersebut.
Massa Terobos Konsulat AS
Kericuhan pecah ketika ratusan pengunjuk rasa bergerak menuju kawasan konsulat di Karachi bagian selatan. Aparat kepolisian berupaya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata serta melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Namun, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebagian pengunjuk rasa berhasil memasuki kompleks konsulat. Massa dilaporkan memecahkan kaca jendela dan membakar sebagian ruang resepsionis gedung tersebut.
Tak hanya itu, pengunjuk rasa juga membakar pos pemeriksaan polisi di luar konsulat serta membakar ban di sejumlah titik jalan.
Aksi Meluas ke Kota Lain
Aksi protes serupa turut terjadi di kota Lahore. Di kota tersebut, pengunjuk rasa juga terlibat bentrokan dengan polisi saat bergerak menuju Konsulat AS.
Sementara di ibu kota Islamabad, aparat keamanan memblokade seluruh akses menuju kawasan diplomatik yang menjadi lokasi kantor perwakilan asing, termasuk Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Pemerintah Provinsi Sindh yang beribu kota di Karachi telah membentuk sebuah komite khusus untuk menyelidiki bentrokan serta jatuhnya korban jiwa. Pemerintah setempat menyampaikan duka cita sekaligus mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai.
Korban Serangan Udara di Iran Bertambah
Di sisi lain, media Iran mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei yang menyebut jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap sebuah sekolah perempuan di Iran selatan mencapai sekitar 160 orang.
Dikutip dari Xinhua, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam serangan tersebut sebagai tindakan “tidak manusiawi”. Ia juga memerintahkan seluruh pusat medis dan lembaga bantuan untuk memprioritaskan penanganan korban luka tanpa hambatan.
Sebelumnya, kantor berita semiresmi Tasnim melaporkan jumlah korban tewas dalam serangan udara itu mencapai 85 orang, sebelum angka tersebut diperbarui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

8 hours ago
4

















































