Newswire Rabu, 12 Agustus 2026 00:57 WIB

Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah. /Antara.
Harianjogja.com, PAPUA— Kepolisian Resor Puncak, Papua Tengah, menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintahan di Ilaga, Selasa malam. Polisi memperketat pengamanan untuk mencegah gangguan keamanan meluas setelah aksi tersebut terjadi di tengah protes terkait penyaluran dana desa tahap I tahun 2026.
Kepala Polres Puncak Ajun Komisaris Besar Polisi Domingos De F. Ximenes mengatakan personel dikerahkan untuk mengamankan situasi sekaligus memantau perkembangan kondisi di wilayah Ilaga. Polisi juga berupaya memastikan aksi tersebut tidak berkembang menjadi gangguan keamanan di kawasan lain.
"Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat," katanya dalam keterangan yang diterima di Nabire, Selasa.
Polisi Siagakan Personel di Sejumlah Titik
Personel Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Kepolisian Sektor disiagakan di kawasan perempatan alun-alun, tepatnya di depan Markas Polsek Ilaga. Sementara itu, personel Satgas ODC ditempatkan di Kotis.
Sekitar 40 personel yang dipimpin Kasat Sabhara juga turun bersama sejumlah tokoh masyarakat untuk memberikan imbauan kepada massa. Mereka meminta massa membubarkan diri dan tidak melanjutkan aksi.
Kapolres mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar situasi tetap terkendali sekaligus mencegah munculnya gangguan keamanan lanjutan.
"Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif," ujarnya.
Sejumlah Kantor Pemerintah Terbakar
Sebelum polisi melakukan pengamanan, sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak menjadi sasaran pembakaran massa. Titik api dilaporkan berada di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, DPRD, Disdukcapil, Kesbangpol, Dinas Sosial, dan Kantor Bagian Keuangan.
Selain sejumlah gedung pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar.
Polres Puncak masih mendalami penyebab aksi anarkis tersebut. Sebelum kejadian, diketahui sedang berlangsung penyaluran dana desa tahap I tahun 2026.
Massa Datangi Kantor Dinas PMK
Rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 17.40 WIT ketika sekelompok orang mendatangi Kantor Dinas PMK. Bupati Puncak Elvis Tabuni kemudian tiba di lokasi untuk menemui massa sekaligus berupaya melakukan komunikasi.
Upaya komunikasi tersebut belum membuat situasi bertahan kondusif. Sekitar pukul 18.45 WIT, situasi kembali memanas hingga massa melakukan pembakaran terhadap Kantor Dinas PMK.
Setelah kejadian, Polres Puncak bersama jajaran dan unsur pengamanan terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah Ilaga. Pemantauan dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman sekaligus mencegah gangguan keamanan kembali meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































