
Kepala BNNP DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, SLEMAN— Ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap anak dan remaja kini dapat hadir dalam bentuk yang sulit dikenali. Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY yang mengajak sejumlah pelajar di DIY menyaksikan film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, yang mengangkat cerita tentang narkoba yang dikemas menyerupai permen.
Film produksi Panen Entertainment tersebut menceritakan Bagas, seorang pelajar yang mengikuti survei lokasi kamping bersama guru dan teman-temannya di sebuah desa. Namun, kegiatan itu berubah menjadi petaka ketika Bagas berhadapan dengan segerombolan penculik dan pengedar narkoba.
Dalam cerita tersebut, Bagas yang kecanduan kembang gula tidak menyadari bahwa permen yang dikonsumsinya mengandung zat adiktif. Kisah itu kemudian digunakan sebagai media edukasi untuk memberikan gambaran kepada anak-anak dan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus langkah pencegahannya.
Film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut telah meraih penghargaan Best Feature Film dalam Moscow International Children’s Film Festival 2026. Film itu juga masuk nominasi Macau International Children’s Film Festival 2026 dan Canada International Children’s Film Festival 2026.
BNNP DIY Ajak Pelajar Belajar Bahaya Narkoba Lewat Film
Kepala BNNP DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain, mengatakan pihaknya mengajak sejumlah pelajar dari DIY untuk mengikuti kegiatan menonton film tersebut. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Faried, penyampaian pesan melalui film dapat memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba serta cara mencegahnya. Hal tersebut dinilai penting karena anak-anak dan remaja termasuk kelompok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan.
“Dengan adanya film ini, kami harapkan bisa memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah secara visual, bagaimana dampak yang terjadi, dan bagaimana kita bisa memitigasi agar anak-anak tersebut tidak terjadi penyalahgunaan narkoba,” kata Faried seusai screening film di CGV Cinema Jwalk Mall, Sleman, Selasa (11/8/2026).
Faried mengatakan bujukan dari lingkungan dapat membuat anak dan remaja terdorong untuk mencoba narkoba. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena DIY termasuk daerah yang rawan penyalahgunaan narkoba.
Penyalahgunaan narkoba pada anak, lanjut Faried, dapat berkembang menjadi ketergantungan. Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong terjadinya tindak kriminal.
Karena itu, BNNP DIY berharap para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya menerima pesan moral dari film, tetapi juga menyampaikannya kepada teman-teman di sekolah. Para pelajar diharapkan dapat berperan sebagai agen edukasi dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
BNNP DIY juga telah mengirimkan surat kepada sejumlah dinas terkait sebagai imbauan untuk menonton film tersebut, terutama bagi kalangan pelajar.
Modus Penyebaran Narkoba Terus Diantisipasi
Selain mengangkat edukasi melalui film, Faried menyoroti berbagai modus penyebaran narkotika yang menyasar masyarakat, termasuk anak muda. Salah satu bentuk yang menjadi perhatian adalah penyebaran narkotika melalui produk permen.
Menurut Faried, bentuk tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba dapat hadir melalui produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Karena itu, kewaspadaan dan edukasi mengenai bahaya narkoba perlu diperkuat di lingkungan anak dan remaja.
BNNP DIY juga mengantisipasi penggunaan vape yang disebut berpotensi menjadi media penyebaran narkotika. Faried menyebut berdasarkan informasi yang dimiliki BNN, 23% penyebaran vape di Indonesia telah mengandung narkotika.
Atas kondisi tersebut, BNNP DIY berencana berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk mendorong kawasan bebas vape, terutama di sekolah, kampus, dan perkantoran.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan peredaran vape yang mengandung narkotika di lingkungan pendidikan. Upaya pencegahan pun tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dengan memperkuat pemahaman anak-anak dan remaja mengenai berbagai bentuk ancaman narkoba.
Film Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut secara visual. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan anak, BNNP DIY berharap pelajar lebih memahami risiko penyalahgunaan narkoba dan mampu ikut mencegah peredarannya di lingkungan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































