Pola Hidup Sehat Berkaitan dengan Fungsi Otak dan Fisik yang Lebih Baik pada Lansia

13 hours ago 5

KLIKPOSITIF – Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap bahwa pola hidup sehat, khususnya melalui pola makan berkualitas dan aktivitas fisik yang rutin, berkaitan dengan kondisi metabolisme darah yang mendukung fungsi kognitif dan kemampuan fisik pada orang lanjut usia (lansia), termasuk mereka yang berada pada spektrum penyakit Alzheimer.

Penelitian tersebut menyoroti bahwa penyakit Alzheimer tidak hanya memengaruhi fungsi otak, tetapi juga berdampak pada kemampuan fisik, kemandirian, serta daya tahan tubuh. Para peneliti menemukan bahwa gaya hidup sehat dapat berperan dalam menjaga fungsi tubuh dan memperlambat penurunan kemampuan yang sering terjadi seiring bertambahnya usia.

Dalam studi tersebut, tim peneliti menganalisis data dari 360 peserta yang berasal dari sejumlah proyek penelitian besar, yakni Alzheimer’s Disease Neuroimaging Initiative (ADNI), Religious Orders Study and Rush Memory and Aging Project (ROSMAP), serta Australian Imaging, Biomarkers, and Lifestyle Study of Aging (AIBL). Peserta terdiri atas 150 orang dengan fungsi kognitif normal, 120 orang dengan gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment/MCI), dan 90 orang dengan penyakit Alzheimer.

Peneliti menilai kualitas pola makan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sementara aktivitas fisik diukur melalui International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Selain itu, berbagai indikator kesehatan seperti kecepatan berjalan, kekuatan genggaman tangan, kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, tingkat frailty (kerentanan fisik), serta fungsi kognitif juga dievaluasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pola makan dan tingkat aktivitas fisik mengalami penurunan secara bertahap dari kelompok dengan fungsi kognitif normal hingga kelompok Alzheimer. Peneliti juga mengembangkan Lifestyle-Modulated Metabolic Pathway Score (LMPS), yaitu skor yang menggambarkan hubungan antara gaya hidup sehat dengan pola metabolisme tubuh.

Peserta dengan skor LMPS yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari yang lebih baik, fungsi kognitif yang lebih tinggi, kecepatan berjalan yang lebih baik, serta tingkat frailty yang lebih rendah. Hubungan tersebut terlihat paling kuat pada kelompok peserta dengan fungsi kognitif normal dibandingkan dengan kelompok MCI maupun Alzheimer.

Analisis metabolisme darah juga menunjukkan adanya perbedaan pola aktivitas jalur metabolik di antara ketiga kelompok. Perubahan paling jelas ditemukan pada jalur yang berkaitan dengan stres oksidatif dan peradangan, yang lebih dominan pada peserta dengan Alzheimer. Sementara itu, jalur metabolisme asam amino, energi, lipid, dan mikrobioma usus juga menunjukkan pola perubahan yang berbeda sesuai tingkat gangguan kognitif.

Dilansir dari laman News Medical Net, peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian ini masih bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Temuan tersebut lebih ditujukan untuk membantu mengidentifikasi jalur metabolisme yang berpotensi menjadi sasaran penelitian lanjutan dalam upaya memahami mekanisme penyakit Alzheimer.

Penelitian ini memperkuat bukti bahwa penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik secara teratur berpotensi mendukung kesehatan metabolisme, mempertahankan fungsi fisik dan kognitif, serta meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news