KLIKPOSITIF- Kasus penemuan jasad seorang Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di mes personel polisi di Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Sejak ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (27/6/2026), penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan.
Kuasa hukum keluarga almarhum IPP (32), Dr Rodi Chandra, mengatakan pihak keluarga belum menerima sepenuhnya penyebab kematian korban karena terdapat sejumlah kejanggalan yang mereka temukan.
“Sudah dilakukan otopsi dan sekarang menunggu hasil, dan ada dua organ yang diteliti di Pekanbaru,” ungkapnya, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, keluarga menaruh kecurigaan terhadap kondisi tubuh korban saat ditemukan. Selain tubuh korban yang sudah kaku, keluarga juga melihat adanya perubahan warna kemerahan pada bagian punggung korban.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu didalami lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Meski demikian, hasil visum awal dari rumah sakit disebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
“Ini yang perlu didalami. Kondisi memerah di bagian punggung itu karena apa. Sebab, sebelumnya kondisi fisik bagian punggung tersebut diketahui tidak seperti itu,” terangnya.
Atas sejumlah kejanggalan tersebut, pihak keluarga meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara profesional demi memastikan keadilan bagi almarhum.
Rodi juga meminta pengawasan dari jajaran Paminal Polda Sumbar agar proses penyelidikan berjalan secara transparan, profesional, dan independen.
“Di sini harus profesional. Kami meminta kepolisian terbuka terhadap hasil penyelidikan, terutama hasil otopsi. Kami juga meminta Paminal Polda ikut mengawasi demi transparansi jalannya penyelidikan ini,” terangnya.
Terpisah, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra melalui Kasat Reskrim IPTU Ai Am’ar Faradhyba sebelumnya membenarkan adanya penemuan tersebut. Korban diketahui berinisial IPP (32), warga Kecamatan IV Jurai yang juga merupakan guru PPPK di salah satu sekolah dasar di daerah setempat.
Kasat Reskrim menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB di salah satu kamar mes personel Polres Pesisir Selatan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Memang benar ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia di kamar salah satu personel Polres Pesisir Selatan. Saat ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB, kondisinya sudah terbujur kaku,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, korban diketahui memiliki hubungan pertemanan dengan penghuni kamar mes tersebut. Sebelum kejadian, korban disebut menumpang beristirahat di kamar personel tersebut ketika pemilik kamar sedang menjalankan tugas piket di Polres Pesisir Selatan.
Saat personel yang bersangkutan kembali usai bertugas, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bergerak. “Korban sebelumnya menumpang beristirahat di kamar tersebut. Saat anggota kembali dari piket, korban ditemukan sudah terbujur kaku. Kemudian meminta bantuan personel lain untuk membawa korban ke rumah sakit, namun setelah diperiksa korban dinyatakan telah meninggal dunia,” terangnya.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Proses otopsi juga telah dilakukan dan pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menunggu hasil otopsi. Apabila ada riwayat penyakit ataupun hal lainnya, nanti akan dijelaskan secara ilmiah melalui hasil medis,” jelasnya.
Ia menegaskan, kepolisian tetap akan mendalami kasus tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana. “Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dicurigai menjadi penyebab kematian. Namun apabila nantinya ditemukan unsur kesengajaan atau tindak pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai fakta yang ada,” tegasnya.

13 hours ago
4


















































