Harianjogja.com, JOGJA—Xiaomi resmi meluncurkan MiMo Code V0.1.0, asisten coding berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pengembang menulis, membaca, mengelola, dan menguji kode langsung dari terminal komputer. Kehadiran produk ini menandai langkah pertama Xiaomi memasuki pasar AI coding agent yang selama ini didominasi oleh pemain besar seperti Anthropic dengan Claude Code dan GitHub Copilot.
Gizmochina melaporkan MiMo Code dirilis sebagai proyek open source dengan lisensi MIT, sehingga dapat digunakan, dimodifikasi, maupun dikembangkan ulang oleh individu maupun perusahaan tanpa banyak pembatasan. Xiaomi menyebut alat ini dibangun dari proyek OpenCode yang kemudian dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai fitur baru, termasuk sistem memori lintas sesi dan workflow multi-agent.
Apa Itu MiMo Code?
Berbeda dengan kebanyakan asisten coding AI yang berjalan sebagai plugin editor kode, MiMo Code dirancang sebagai aplikasi terminal-native atau Command Line Interface (CLI).
Artinya, pengembang dapat menggunakannya langsung dari terminal tanpa harus bergantung pada aplikasi pengembangan tertentu.
Xiaomi menyebut pendekatan ini membuat MiMo Code lebih fleksibel untuk diintegrasikan ke berbagai alur kerja pengembangan perangkat lunak. Selain menggunakan model AI buatan Xiaomi sendiri, pengguna juga dapat menghubungkan layanan pihak ketiga seperti DeepSeek, Kimi, hingga GLM melalui API yang kompatibel.
Fitur Andalan: AI yang Tidak Mudah Lupa
Salah satu masalah terbesar dalam penggunaan AI coding adalah hilangnya konteks ketika proyek menjadi semakin kompleks dan percakapan berlangsung sangat panjang.
Xiaomi mengklaim telah mengatasi persoalan tersebut melalui sistem memori lintas sesi yang memungkinkan AI tetap mengingat keputusan penting, struktur proyek, hingga progres pekerjaan sebelumnya.
Sistem ini terdiri atas beberapa lapisan memori, antara lain:
- Memory proyek permanen
- Checkpoint otomatis
- Catatan sementara untuk agen AI
- Log progres pekerjaan
Untuk mengelola seluruh informasi tersebut, MiMo Code menggunakan database SQLite FTS5 yang memungkinkan pencarian konteks secara cepat dan efisien.
Xiaomi juga menambahkan sub-agent khusus bernama checkpoint-writer yang bertugas mencatat perkembangan proyek secara otomatis ketika konteks percakapan mulai penuh.
Mode Compose, Satu Perintah untuk Seluruh Siklus Pengembangan
Fitur lain yang menjadi sorotan adalah Compose Mode.
Melalui mode ini, pengguna cukup memberikan instruksi menggunakan bahasa alami. Sistem kemudian akan memecah pekerjaan menjadi beberapa tahapan mulai dari perencanaan, penulisan kode, pengujian, debugging, hingga review akhir.
Pendekatan tersebut memanfaatkan beberapa agen AI yang bekerja secara terpisah sesuai spesialisasinya.
Model seperti ini berbeda dengan pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan satu agen AI untuk menangani seluruh proses pengembangan.
Klaim Unggul dari Claude Code
Salah satu alasan MiMo Code langsung menarik perhatian komunitas teknologi adalah klaim performanya.
AI/TLDR mengungkapkan dari dalam hasil pengujian internal yang dipublikasikan Xiaomi, MiMo Code disebut mencatat skor:
- 82% pada SWE-bench Verified
- 62% pada SWE-bench Pro
- 73% pada Terminal Bench 2
Angka tersebut diklaim lebih tinggi dibanding Claude Code pada beberapa benchmark yang sama.
Xiaomi juga mengungkapkan hasil evaluasi terhadap 576 pengembang yang mengerjakan 474 repositori privat.
Menurut perusahaan, MiMo Code dan Claude Code memiliki performa yang relatif setara pada tugas pemrograman biasa. Namun ketika pekerjaan melibatkan lebih dari 200 langkah eksekusi, tingkat keberhasilan MiMo Code diklaim melampaui 65% dan unggul atas Claude Code.
Meski demikian, Xiaomi mengakui seluruh hasil benchmark tersebut masih berasal dari pengujian internal dan belum diverifikasi oleh lembaga independen.
Dukungan Berbagai Model AI
Keunggulan lain MiMo Code adalah fleksibilitas dalam memilih model AI.
Pengguna tidak harus menggunakan model Xiaomi. Platform ini juga mendukung integrasi dengan:
- DeepSeek
- Kimi
- GLM
- Layanan berbasis API OpenAI
- Model pihak ketiga lainnya yang kompatibel
Pendekatan tersebut memberi kebebasan lebih besar kepada pengembang dibandingkan platform tertutup yang hanya mendukung model buatan penyedia layanan tertentu.
Meski menawarkan banyak fitur menarik, MiMo Code saat ini masih berstatus versi V0.1.0 atau tahap eksplorasi awal. Sejumlah pengguna awal melaporkan masih menemukan bug dan kendala stabilitas pada beberapa fitur multi-agent. Namun komunitas open source menilai pendekatan Xiaomi terhadap memori proyek dan orkestrasi agen AI menjadi salah satu inovasi yang layak diperhatikan dalam perkembangan coding agent generasi berikutnya.
Peluncuran MiMo Code menunjukkan persaingan di industri AI coding mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus utama berada pada kecerdasan model, kini perhatian mulai beralih ke bagaimana sebuah sistem mampu mengelola memori, konteks, dan kolaborasi antaragen AI dalam proyek jangka panjang. Bagi pengembang, semakin banyak pilihan berarti semakin besar peluang mendapatkan alat yang sesuai kebutuhan dan anggaran.

7 hours ago
4
















































