27.489 SPPG MBG Diawasi Ketat, BGN Perkuat Sistem

2 hours ago 1

27.489 SPPG MBG Diawasi Ketat, BGN Perkuat Sistem

Foto ilustrasi dapur MBG yang dikelola SPPG, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 27.489 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan dilakukan melalui sistem monitoring produksi yang mencatat proses penyediaan makanan sejak bahan disiapkan hingga makanan diterima dan disajikan kepada siswa di sekolah.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan keamanan makanan merupakan syarat utama agar MBG dapat menjalankan fungsi lainnya, termasuk menjadi sarana edukasi dan pembentukan karakter peserta didik.

"Pendidikan terhadap siswa dan lain-lain ini akan terlaksana manakala syarat pertamanya adalah menu makanan yang dibagikan kepada siswa itu harus aman. Maksud saya begini, semua ini tidak akan ada artinya manakala yang diberikan, menunya yang diberikan dalam ompreng itu kemudian tidak aman," kata Sudaryono dalam rapat koordinasi terkait tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8/2026).

Produksi Makanan MBG Dipantau dari Awal

Sudaryono mengatakan BGN telah membenahi sistem pengawasan pada seluruh SPPG yang saat ini beroperasi. Sistem monitoring produksi digunakan untuk mencatat sejumlah tahapan penting dalam proses penyediaan makanan.

Pencatatan tersebut mencakup persiapan bahan baku, proses memasak, makanan matang, pengemasan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Melalui sistem itu, BGN dapat memantau waktu produksi makanan, waktu makanan selesai dimasak, sampai waktu makanan dikirim dan disajikan kepada peserta didik.

Dengan demikian, pengawasan tidak hanya dilakukan ketika makanan sudah tiba di sekolah. Proses penyediaan sejak berada di dapur SPPG juga masuk dalam pemantauan.

Ada PIC di Setiap Sekolah

Lapisan pengawasan berikutnya berada di sekolah. BGN menempatkan petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC) di setiap sekolah untuk melakukan pemeriksaan sebelum makanan dikonsumsi siswa.

PIC berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha. Tugas tersebut tidak dibebankan kepada guru yang memiliki tanggung jawab mengajar.

Setelah makanan diterima dari SPPG, PIC bertugas memeriksa kondisi makanan sekaligus memastikan makanan memenuhi persyaratan sebelum dibagikan kepada siswa.

Pemeriksaan dilakukan secara organoleptik. Petugas melihat tampilan makanan, mencium aromanya, kemudian mencicipi sampel makanan.

Apabila ditemukan kondisi yang tidak sesuai standar, makanan tersebut harus dihentikan dari proses pembagian kepada siswa.

"Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian cium bau, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa. Jadi PIC itu adalah layer terakhir kedua, yang memastikan bahwa menu makanan itu aman dan tidaknya," ujar Sudaryono.

Pengawasan MBG Berlapis 

Skema pengawasan yang diterapkan BGN membuat keamanan pangan MBG diperiksa dari dua sisi. Pertama, proses produksi makanan dipantau melalui sistem monitoring di SPPG.

Kedua, makanan yang telah sampai di sekolah diperiksa kembali oleh PIC sebelum dibagikan kepada peserta didik.

BGN menempatkan pemeriksaan di sekolah sebagai titik penting dalam rangka memastikan makanan yang diterima dari SPPG memenuhi persyaratan keamanan sebelum dikonsumsi siswa.

Melalui sistem monitoring produksi dan pemeriksaan akhir di sekolah, BGN menargetkan seluruh tahapan penyediaan makanan MBG dapat tercatat serta diawasi lebih ketat, terutama untuk memastikan keamanan makanan sebelum sampai kepada siswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news