Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 15:17 WIB

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mendorong anak-anak yang sempat putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan untuk kembali belajar dan berani memiliki cita-cita besar melalui program Sekolah Rakyat. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya menghadapi keterbatasan untuk bersekolah.
“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden agar seluruh anak-anak di Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Pesan tersebut disampaikan Teddy saat berdialog dengan siswa dan calon siswa dalam Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
Teddy hadir bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam kesempatan tersebut, Teddy berinteraksi langsung dengan para siswa dan calon siswa, termasuk mendengarkan pengalaman anak-anak yang sebelumnya mengalami putus sekolah.
Menurut Teddy, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Kesempatan tersebut juga ditujukan bagi anak-anak yang belum pernah bersekolah maupun mereka yang terpaksa berhenti sekolah akibat berbagai keterbatasan.
Bukan Sekadar Kembali ke Sekolah
Teddy mengatakan kesempatan mengenyam pendidikan tidak hanya berarti membawa anak-anak kembali ke ruang kelas. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan.
Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan cita-cita diharapkan dapat mulai memiliki mimpi setelah mendapatkan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Agar yang dulunya belum punya mimpi, hingga dia nanti akhirnya bisa bermimpi dan bercita-cita besar,” katanya.
Teddy menyebut sekitar 43.000 anak saat ini telah mendapatkan kesempatan bersekolah melalui program Sekolah Rakyat. Ia pun mengapresiasi kerja Kementerian Sosial yang terus melakukan upaya menjangkau anak-anak yang sebelumnya belum mendapatkan akses pendidikan.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang menghadapi kendala ekonomi maupun kondisi sosial lainnya.
Sekolah Rakyat untuk Keluarga Paling Tidak Mampu
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.
Gus Ipul mengatakan program tersebut hadir untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum memperoleh kesempatan mengakses pendidikan secara layak.
“Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka, di mana Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan dan membangun masa depan.
Karena itu, Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan. Dengan skema tersebut, siswa diharapkan dapat lebih berkonsentrasi mengikuti pembelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Gus Ipul menegaskan setiap anak memiliki nilai, potensi, dan hak yang sama untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, terlepas dari latar belakang keluarganya.
“Setiap siswa berharga,” kata Gus Ipul.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya memastikan anak-anak yang sebelumnya terhambat mengakses pendidikan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan membangun cita-cita. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
3

















































