Merapi Masih Siaga, APG dan Guguran Lava Terjadi Sepekan Terakhir

8 hours ago 4

Merapi Masih Siaga, APG dan Guguran Lava Terjadi Sepekan Terakhir Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi - Antara

Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas Gunung Merapi sepanjang periode 20–26 Februari 2026 masih menunjukkan dinamika vulkanik yang cukup tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya awan panas guguran (APG) serta guguran lava ke sejumlah sektor aliran sungai.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan selama sepekan terakhir terjadi empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter ke arah hulu Kali Krasak.

“Pada periode ini tercatat empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah hulu Kali Krasak,” ujar Agus, Minggu (1/3/2026).

Guguran Lava Masih Terpantau Intensif

Selain APG, aktivitas guguran lava juga masih berlangsung. BPPTKG mencatat satu kali guguran lava ke arah hulu Kali Boyong sejauh 1.500 meter. Sementara itu, guguran lava paling sering terjadi ke arah hulu Kali Krasak dengan total 69 kali dan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Guguran lava lainnya terpantau sebanyak 21 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.700 meter, serta 67 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum 2.000 meter.

Volume Kubah Berkurang, Suhu Mengalami Penurunan

Berdasarkan analisis foto udara, volume Kubah Barat Daya Merapi diketahui mengalami penurunan sekitar 127.700 meter kubik menjadi 4.044.000 meter kubik. Sementara itu, volume Kubah Tengah relatif stabil di angka 2.368.800 meter kubik.

“Hasil analisis foto termal juga menunjukkan penurunan suhu pada Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah,” kata Agus.

Suhu Kubah Barat Daya tercatat turun 24,4 derajat Celsius menjadi 218,6 derajat Celsius. Adapun suhu Kubah Tengah mengalami penurunan cukup signifikan, yakni 61,7 derajat Celsius menjadi 147,8 derajat Celsius.

Aktivitas Gempa Menurun, Status Tetap Siaga

Dari sisi kegempaan, selama periode pengamatan tercatat empat kali gempa APG, 487 gempa Fase Banyak (MP), 807 gempa Guguran (RF), serta 13 gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada pekan ini dinilai lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, BPPTKG menyimpulkan aktivitas vulkanik Merapi masih berada pada level cukup tinggi dengan karakter erupsi efusif. Status aktivitas Gunung Merapi tetap ditetapkan pada Level III atau “SIAGA”.

Potensi Bahaya dan Imbauan

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.

Selain itu, lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif berpotensi menjangkau radius hingga tiga kilometer dari puncak.

Agus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana.

“Masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news