
Gelaran Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026 yang digelar pada 11–13 Juni 2026 di Hotel Tentrem, Jogja, Jumat (12/6/2026) ist
Harianjogja.com, JOGJA—Industri perasuransian nasional kembali berkumpul dalam ajang Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026 yang digelar pada 11–13 Juni 2026 di Hotel Tentrem, Jogja. Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan industri di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Mengusung tema “Insurance in a Volatile World: Strengthening Resilience, Trust & Innovation”, IIS 2026 menghadirkan regulator, pelaku industri, akademisi, hingga mitra internasional untuk membahas masa depan sektor asuransi.
Jawab Tantangan Global dan Disrupsi Teknologi
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menegaskan bahwa industri asuransi kini menghadapi tekanan besar mulai dari geopolitik, volatilitas pasar, hingga perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
“Indonesia Insurance Summit 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif dan memperkuat ketahanan industri agar tetap relevan dan dipercaya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Steering Committee IIS 2026, Budi Herawan. Menurutnya, tema yang diangkat mencerminkan kondisi global yang penuh ketidakpastian sekaligus tuntutan masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat, transparan, dan inovatif.
Peran Strategis Asuransi untuk Ekonomi
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa sektor asuransi kini menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi nasional.
“Asuransi bukan hanya pengelolaan risiko, tetapi juga penopang stabilitas ekonomi dan keberlangsungan usaha,” ujarnya.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, potensi industri asuransi di Indonesia masih sangat besar. Hingga April 2026, total aset industri tercatat mencapai Rp1.202 triliun atau tumbuh 3,39% secara tahunan.
Fokus Reformasi dan Digitalisasi 2026
OJK menegaskan 2026 menjadi fase krusial dalam implementasi reformasi sektor asuransi. Beberapa agenda utama meliputi:
Penguatan permodalan tahap awal
Implementasi spin-off unit syariah
Penyusunan New Risk-Based Capital (RBC)
Program Penjaminan Polis
Penguatan tata kelola dan kualitas produk
Selain itu, transformasi digital dan pemanfaatan AI menjadi fokus penting dalam meningkatkan efisiensi dan pelayanan industri.
Bahas Isu Strategis hingga Level Global
IIS 2026 menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan industri asuransi Korea Selatan dan Jepang. Sejumlah topik utama yang dibahas antara lain:
Dampak geopolitik global terhadap sektor keuangan
Transformasi digital dan AI di industri asuransi
Ketahanan industri di tengah krisis ekonomi global
Inovasi industri asuransi internasional
Penguatan perlindungan konsumen
Targetkan Yogyakarta Charter 2026
Salah satu hasil penting dari forum ini adalah perumusan Yogyakarta Charter 2026, yang berisi komitmen bersama industri untuk memperkuat tata kelola, inovasi, perlindungan konsumen, dan inklusi asuransi nasional.
Selain konferensi utama, IIS 2026 juga menghadirkan forum kepemimpinan serta kegiatan networking guna memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Melalui Indonesia Insurance Summit 2026, industri asuransi Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
3

















































