Fenomena Api Seyegan Mereda, Mutfiana Minta Hasil Riset dan CCTV

2 hours ago 2

Fenomena Api Seyegan Mereda, Mutfiana Minta Hasil Riset dan CCTV

Penggunaan kamera termal di rumah fenomena api Seyegan. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.

Harianjogja.com, SLEMAN—Penghuni rumah yang menjadi lokasi fenomena api misterius di Seyegan, Mutfiana, mendatangi kantor BPBD Sleman untuk meminta dokumen hasil penelitian serta rekaman CCTV yang dipasang di rumahnya. Langkah tersebut dilakukan guna memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai perkembangan penyelidikan fenomena api Seyegan yang sempat menjadi perhatian publik.

Kedatangan Mutfiana ke BPBD Sleman pada Rabu (17/6/2026) juga bertujuan mengklarifikasi sejumlah informasi yang beredar terkait hasil pemantauan CCTV. Ia mengaku ingin mengetahui secara langsung hasil akhir kajian yang dilakukan BPBD maupun tim peneliti yang sebelumnya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

"Iya ngambil hasilnya terus konfirmasi lagi ke Pak Bambang [Kepala Pelaksana BPBD Sleman] bahwa minta video CCTV kan kemarin saya melihat di media itu bahwa beliau mengatakan siapa yang membawa api, siapa, dan lain sebagainya. Saya hanya melihat, jadi saya meluruskan ke pihak BPBD gimana sih hasil akhirnya begitu," terang Fia pada Rabu (17/6/2026).

Meski telah menerima dokumen dari BPBD Sleman, Fia mengaku belum sempat mempelajari isi laporan tersebut secara menyeluruh. Sejauh ini, informasi mengenai perkembangan fenomena api di rumahnya justru lebih banyak diperoleh melalui pemberitaan media massa.

"Sayaa belum baca, saya kemarin hanya membaca sekilas lewat media. Saya belum membaca full [dokumen] ini, jadi saya kalau suruh menanggapi saya belum bisa," jelasnya.

Fenomena Api Tidak Muncul Lagi Setelah Rumah Dikosongkan

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, Fia menyampaikan bahwa fenomena api di rumahnya sudah tidak terjadi lagi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi setelah keluarga memindahkan barang-barang dari area rumah yang sebelumnya kerap menjadi lokasi munculnya api.

Dia juga menanggapi anggapan warganet yang mengaitkan meredanya fenomena api dengan pemasangan CCTV oleh BPBD Sleman. Menurutnya, api tidak lagi muncul karena rumah telah dikosongkan dari berbagai benda yang mudah terbakar.

"Perlu-perlu diketahui teman-teman, api ini alhamdulillah tidak terjadi lagi karena kita sudah mengosongkan rumah," ujarnya.

"Jadinya kalau misalnya kita masih ada barang-barang sesuai seperti di awal sebelum dipasangi CCTV, kan ada nih statement bilang kalau loh setelah ada CCTV kenapa tidak terjadi terbakar gitu ya. Ya karena sebelum ada CCTV kita sudah relokasikan semuanya barang-barang yang mudah terbakar itu," jelasnya.

Berdasarkan catatan keluarga, fenomena api Seyegan sudah tidak muncul selama sekitar tiga hari terakhir. Selama peristiwa tersebut berlangsung, total terdapat 127 kejadian kemunculan api yang tercatat di rumah milik Fia.

Keluarga Masih Tinggal di Lantai Atas

Meskipun fenomena api mulai mereda, Fia dan keluarganya belum kembali menempati seluruh bagian rumah. Saat ini mereka masih tinggal di lantai dua yang dianggap lebih aman dibandingkan area bawah rumah yang sebelumnya menjadi lokasi munculnya api.

"Kami sementara ini masih pindah ke atas. Masih pindah ke rumah atas yang notabenenya memang aman ya. Yang di bawah sementara ini memang dikosongkan. Kita parkir juga masih mengungsi," tuturnya.

Terkait penanganan kasus yang kini berada dalam tahap penyelidikan kepolisian, Fia menegaskan bahwa dirinya dan keluarga siap memberikan dukungan penuh apabila dibutuhkan keterangan maupun data tambahan untuk membantu pengungkapan penyebab fenomena api Seyegan.

"Saya dan keluarga membuka sekali untuk kepolisian dalam tahap penyelidikan. Kalau memang dibutuhkan apa pun terkait dengan hal tersebut kami ya mengupayakan," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news