PADANG, KLIKPOSITIF — Hubungan kerja sama antara Kota Padang, Sumatera Barat, dan Kota Hildesheim, Jerman, memasuki babak baru. Pemerintah Kota Padang mendorong kemitraan yang telah terjalin selama 38 tahun tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam berbagai program konkret yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Komitmen itu mengemuka saat Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut kedatangan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (11/8/2026).
Dalam penyambutan tersebut, Fadly Amran menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ralf Beste. Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Padang untuk menyampaikan perkembangan terbaru kerja sama sister city Padang-Hildesheim serta rencana tindak lanjut yang telah disepakati kedua kota.
Fadly mengatakan, hubungan Padang dan Hildesheim memiliki sejarah panjang. Selama 38 tahun, kerja sama kedua kota telah menjadi salah satu jembatan hubungan Indonesia dan Jerman di tingkat pemerintah daerah.
Menurutnya, momentum kunjungan Wali Kota Hildesheim sebelumnya dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 juga telah dimanfaatkan untuk memperbarui nota kesepahaman (MoU) sekaligus menyepakati sejumlah bidang kerja sama baru.
“Kami tadi menyampaikan kepada Pak Dubes bahwa kunjungan Wali Kota Hildesheim dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang berjalan lancar. Kita telah memperbarui MoU dan menyepakati beberapa poin yang akan kita tindak lanjuti bersama Wali Kota Hildesheim,” ujar Fadly.
Salah satu simbol kuat hubungan kedua kota tersebut kini hadir di kawasan Sungai Batang Arau. Pemerintah Kota Padang memberikan nama Jembatan Hildesheim sebagai penanda persahabatan dan hubungan erat antara masyarakat Padang dan Hildesheim.
Pemberian nama tersebut tidak sekadar menjadi penanda geografis, tetapi diharapkan menjadi simbol hubungan antarkota yang terus berkembang dan menghasilkan kolaborasi nyata di berbagai bidang.
Fadly menjelaskan, sejumlah rencana kerja sama yang telah dibicarakan mencakup revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau. Kawasan tersebut dinilai memiliki posisi penting dalam pengembangan wajah Kota Padang, terutama karena berada di kawasan Kota Tua dan memiliki keterkaitan erat dengan sektor lingkungan, pariwisata, ekonomi, serta kehidupan masyarakat.
Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Selain itu, terdapat peluang kolaborasi di bidang pendidikan dan kesehatan yang diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami berharap dukungan Dubes Jerman agar kerja sama yang telah dikonsep ini dapat terlaksana, sehingga melalui kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat, baik bagi Hildesheim maupun bagi Kota Padang,” kata Fadly.
Pemerintah Kota Padang melihat dukungan Pemerintah Jerman menjadi penting untuk membuka peluang yang lebih luas dalam merealisasikan berbagai konsep kerja sama tersebut. Terlebih, terdapat peluang dukungan melalui skema kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Jerman.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi mengatakan, Pemerintah Kota Padang telah memperoleh informasi mengenai rencana kunjungan Menteri Pembangunan dan Kerja Sama Internasional Jerman ke Indonesia. Informasi tersebut menjadi salah satu peluang yang tengah dipersiapkan oleh Pemko Padang untuk memperkenalkan konsep kerja sama yang telah dirancang bersama Hildesheim.
“Kita diminta mempersiapkan dan menyampaikan konsep kerja sama yang telah disusun bersama Hildesheim, sehingga dapat dibahas lebih lanjut dalam konteks peluang dukungan kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Jerman,” ujar Didi.
Menurut Didi, Pemko Padang akan menyiapkan berbagai konsep tersebut secara lebih terukur agar dapat dibahas dalam kerangka kerja sama pembangunan. Dengan demikian, hubungan sister city tidak hanya menjadi hubungan diplomasi antarpemerintah kota, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan program dan proyek yang dapat dirasakan masyarakat.
“Harapan kita, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi bisa diwujudkan dalam program dan proyek yang konkret serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.
Dalam penyambutan Dubes Jerman tersebut, Fadly Amran didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Feri Erviyan Rinaldy, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Padang Otto Sarbi MT Damanik, serta perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, dan Universitas Negeri Padang.
Kehadiran sejumlah perangkat daerah dan perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama Padang-Hildesheim dirancang lintas sektor. Mulai dari penataan lingkungan dan infrastruktur, pengembangan ekonomi, pariwisata, pendidikan hingga kesehatan.
Dengan hubungan yang telah berlangsung hampir empat dekade, Pemerintah Kota Padang kini berharap kemitraan dengan Hildesheim dapat memasuki fase yang lebih produktif. Dukungan Pemerintah Jerman diharapkan menjadi penguat agar berbagai rencana yang telah disusun dapat bergerak dari meja perundingan menuju pelaksanaan program nyata di lapangan.

3 hours ago
3

















































