Harianjogja.com, JOGJA—Minuman tinggi lemak jenuh ternyata dapat berkontribusi pada peningkatan kolesterol LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh. Ahli gizi mengingatkan bahwa menjaga kadar kolesterol tidak hanya bergantung pada makanan, tetapi juga jenis minuman yang dikonsumsi setiap hari.
Banyak minuman populer mengandung lemak jenuh cukup tinggi sehingga berisiko meningkatkan kolesterol jika dikonsumsi berlebihan. Kondisi ini sering tidak disadari karena minuman lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah besar dibandingkan makanan padat.
Jordan Langhough, RD, menjelaskan bahwa terdapat bukti kuat konsumsi lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan kolesterol LDL yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung. Oleh karena itu, pemilihan minuman sehat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
Berikut beberapa jenis minuman yang sebaiknya dibatasi jika ingin menjaga kadar kolesterol tetap stabil, seperti dikutip dari Eatingwell, Senin (2/3/2026):
Minuman kopi dingin atau frozen coffee
Kopi campur seperti frappuccino biasanya menggunakan susu murni dan krim kocok. Satu gelas ukuran 16 ons dapat mengandung sekitar 10 gram lemak jenuh. Angka ini hampir mendekati batas harian American Heart Association, yaitu 13 gram lemak jenuh per hari untuk diet 2.000 kalori.
Milkshake
Minuman ini dibuat dari kombinasi susu murni, es krim, dan krim kocok sehingga menjadi sumber lemak jenuh tinggi. Karena teksturnya cair, konsumsi berlebihan sering tidak terasa, padahal asupan lemak dapat meningkat tajam.
Bulletproof coffee
Kopi yang populer di kalangan pelaku diet tertentu ini dicampur mentega dan minyak MCT. Satu cangkir dapat mengandung hingga 22 gram lemak jenuh, jumlah yang jauh melebihi batas sehat untuk jantung dan berpotensi meningkatkan risiko kardiovaskular.
Smoothie berbasis kelapa
Santan kental, terutama dalam kemasan kaleng, dapat mengandung lebih dari 20 gram lemak jenuh hanya dalam setengah cangkir. Meskipun berasal dari tanaman, jenis lemak pada kelapa tetap berkaitan dengan peningkatan kolesterol LDL.
Latte dengan susu murni
Satu gelas latte dapat menyumbang sekitar 3,5 gram lemak jenuh. Konsumsi harian secara rutin dapat memberikan efek akumulatif yang meningkatkan kolesterol dalam jangka panjang.
White Russian dan koktail berbasis krim
Minuman beralkohol yang dicampur krim seperti White Russian dapat mengandung sekitar 11 gram lemak jenuh per gelas. Koktail lain seperti Brandy Alexander dan Grasshopper memiliki risiko serupa terhadap kesehatan jantung.
Meski beberapa minuman perlu dibatasi, bukan berarti Anda harus berhenti menikmati minuman favorit. Ahli gizi merekomendasikan beberapa alternatif yang lebih sehat bagi jantung:
Teh tanpa pemanis
Teh hijau mengandung katekin yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus serta mendukung kesehatan jantung.
Susu nabati
Susu kedelai, oat, atau kacang polong dapat menjadi pengganti susu murni karena secara alami lebih rendah lemak jenuh.
Air kelapa
Jika menginginkan rasa tropis pada minuman, air kelapa bisa menjadi alternatif santan karena lebih rendah lemak dan membantu hidrasi tubuh.
Air karbonasi tanpa gula
Campuran air karbonasi dengan sedikit jus buah 100% dapat memberikan sensasi segar tanpa tambahan lemak jenuh sehingga lebih aman bagi kadar kolesterol. Konsumsi minuman sehat secara konsisten dapat membantu menjaga keseimbangan kolesterol sekaligus mendukung kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Eatingwell

10 hours ago
3
















































