Angin Kencang, Rumah Lansia di Paliyan Gunungkidul Rata dengan Tanah

11 hours ago 7

Angin Kencang, Rumah Lansia di Paliyan Gunungkidul Rata dengan Tanah Sejumlah petugas sedang mengecek kondisi Rrumah Mbah Paimin yang ambruk, Sabtu (28/2 - 2025). / Foto istimewa BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah milik warga lansia bernama Paimin, 60, di Padukuhan Grogol 1, Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul ambruk rata dengan tanah pada Sabtu, (28/2/2026) akibat angin kencang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Rumah berbentuk limasan tersebut roboh diduga karena terpaan angin kencang, ditambah kondisi bangunan yang sudah lapuk serta struktur rumah yang sebelumnya dalam keadaan miring.

“Pemilik dapat menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Edy, Sabtu sore, (28/2/2026).

Seusai menerima laporan, petugas BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait upaya penanganan. Perbaikan rumah rencananya dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar dengan dukungan bantuan logistik dari BPBD Gunungkidul.

“Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp10 juta. Kami juga akan memberikan bantuan logistik saat kerja bakti berlangsung,” katanya.

Salah seorang warga Padukuhan Grogol, Suro, mengatakan korban tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah anak dan istrinya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Saat kejadian korban berada di dalam rumah, namun hanya mengalami luka ringan karena berhasil menyelamatkan diri.

“Saat kejadian Mbah Paimin ada di rumah, tapi hanya mengalami luka ringan karena bisa menyelamatkan diri,” kata Suro.

Saat ini korban telah dibawa ke rumah saudaranya untuk mendapatkan perawatan sekaligus tempat tinggal sementara, mengingat kondisi rumah yang dimiliki sudah tidak dapat ditempati lagi seusai ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi. Sebagai langkah kesiapsiagaan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Gunungkidul telah diperpanjang hingga 31 Maret 2026.

Perpanjangan status tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 31 Januari 2026, namun diperpanjang mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta prakiraan musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan April.

“Penetapan status ini juga sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk menghadapi adanya potensi bencana di musim hujan,” katanya.

Kondisi cuaca ekstrem di Gunungkidul yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap risiko kerusakan bangunan, terutama rumah dengan struktur lama atau lapuk, guna mengurangi dampak bencana serupa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news