Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 2.600 penerbangan global dibatalkan seusai serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah memicu gangguan besar pada operasional maskapai internasional, termasuk berdampak langsung ke Indonesia.
Euronews melaporkan, industri penerbangan global tengah menghadapi tekanan berat menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Sejumlah negara seperti Qatar, Irak, dan Arab Saudi memberlakukan penutupan maupun pembatasan ruang udara demi alasan keamanan.
Langkah tersebut memaksa maskapai penerbangan internasional mengubah rute, menunda, hingga membatalkan penerbangan secara massal.
Blokade Ruang Udara dan Maskapai Terdampak
Sejumlah maskapai besar mengumumkan kebijakan darurat, di antaranya:
- Emirates menangguhkan seluruh operasi menuju Dubai hingga 2 Maret pukul 15.00 waktu setempat.
- Qatar Airways menghentikan seluruh penerbangan menyusul penutupan navigasi udara Qatar.
- Lufthansa membatalkan rute menuju Teheran, Tel Aviv, dan Amman hingga 7 Maret.
- Air France-KLM menghentikan sejumlah rute Timur Tengah, termasuk Riyadh dan Dammam.
- Singapore Airlines menghindari wilayah udara yang terdampak konflik untuk alasan keselamatan.
Penyesuaian rute secara drastis dilakukan guna menghindari potensi risiko keamanan akibat meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut.
Dampak di Indonesia: Ribuan Penumpang Terdampak
Efek domino penutupan ruang udara juga terasa di Indonesia, terutama di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai, Bali.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menginstruksikan seluruh maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi dalam menyikapi situasi ini.
Di Bandara Soekarno-Hatta, sejumlah penerbangan menuju Doha (Qatar Airways), Dubai (Emirates), dan Abu Dhabi (Etihad) dipastikan batal atau mengalami penundaan.
Sementara itu di Bandara Ngurah Rai, sebanyak 1.631 penumpang terdampak akibat pembatalan lima penerbangan internasional.
“Penerbangan Garuda Indonesia tujuan Amsterdam bahkan harus dialihkan melalui Kairo, Mesir, sebagai langkah antisipasi,” jelas Menhub Dudy.
Keselamatan Jadi Prioritas
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan maskapai.
“Maskapai pasti akan menghitung kembali karena faktor keselamatan adalah nomor satu. Namanya perang menggunakan rudal jarak jauh, lintasannya sulit diprediksi,” ujar AHY.
Analis industri penerbangan, Henry Harteveldt, memperkirakan gangguan operasional ini masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Ia menyarankan penumpang untuk rutin memeriksa status penerbangan karena perubahan jadwal dapat terjadi sewaktu-waktu.
Maskapai dan otoritas penerbangan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah guna menentukan langkah operasional berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

10 hours ago
3

















































