Waspadai Trigliserida Tinggi, Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Meningkat

19 hours ago 4

Hayati Sumbar

KLIKPOSITTIF — Trigliserida, salah satu jenis lemak utama dalam tubuh, ternyata memiliki peran penting dalam menentukan risiko penyakit serius. Selain disimpan sebagai lemak tubuh, trigliserida juga beredar dalam aliran darah dan berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Dilansir dari laman Harvard.Health. Edu, para ahli mengingatkan bahwa kadar trigliserida yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko Penyakit Jantung dan Stroke.

Kadar Tinggi Bisa Berbahaya

Tubuh memang membutuhkan trigliserida dalam jumlah tertentu. Namun, kadar yang terlalu tinggi dapat menjadi masalah serius. Bahkan, jika mencapai 1.000 mg/dL atau lebih, kondisi ini dapat memicu Pankreatitis Akut yang berbahaya.

Sebelumnya, trigliserida sering kurang mendapat perhatian dibandingkan kolesterol LDL (jahat) dan HDL (baik), kecuali jika kadarnya sangat tinggi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar trigliserida di atas normal pun perlu diwaspadai, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kebiasaan merokok.

Terkait Sindrom Metabolik

Kadar trigliserida tinggi juga merupakan salah satu tanda Sindrom Metabolik. Kondisi ini mencakup obesitas perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar HDL rendah, dan trigliserida tinggi.

Penderita sindrom metabolik memiliki risiko jauh lebih besar mengalami serangan jantung atau stroke. Selain itu, kemungkinan berkembang menjadi diabetes juga meningkat signifikan.

Baca Juga

Getty Images

Hubungan dengan Kolesterol Baik

Penelitian terbaru juga mengungkap hubungan erat antara trigliserida dan kolesterol HDL. Keduanya biasanya berbanding terbalik: ketika trigliserida naik, HDL cenderung turun.

Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi. Seseorang bisa saja memiliki trigliserida tinggi meski kadar HDL normal. Studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa trigliserida tinggi merupakan faktor risiko independen untuk penyakit kardiovaskular, terlepas dari kadar HDL.

Perlu Penanganan Sejak Dini

Para ahli menyarankan agar masyarakat mulai memperhatikan kadar trigliserida, tidak hanya fokus pada kolesterol. Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta mengontrol faktor risiko lain menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi serius.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news