Ekowisata Nagari Amping Parak Pessel Dari Tandus Hingga Jadi Pusat Budidaya Manggrove

11 hours ago 5

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Ekowisata Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, terus mencuri perhatian. Kawasan ini kini jadi salah satu destinasi unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan dunia.Dari total 182 nagari/desa di Pessel, Amping Parak mencatat prestasi membanggakan. Terbaru, kawasan ini diajukan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meraih penghargaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang kemaritiman. Proses verifikasi dijadwalkan berlangsung April ini.

Perubahan di Amping Parak tidak terjadi seketika. Sejak 2015, kawasan muara yang sebelumnya tandus tanpa vegetasi disulap menjadi hijau. Saat ini, tercatat sekitar 88 ribu batang mangrove dan lebih dari 4.300 cemara laut telah tumbuh di kawasan tersebut.

Di balik capaian itu, ada sosok Haridman Kambang. Mantan wartawan ini kini fokus sebagai pegiat lingkungan pesisir. Ia menjabat Ketua Pokmaswas Laskar Pemuda Peduli Lingkungan Amping Parak.

“Ekowisata ini terus berkembang. Ancaman megathrust Mentawai jadi alasan utama kami menjaga kawasan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, garis pantai Pesisir Selatan sepanjang 234 kilometer yang langsung menghadap Samudera Hindia memiliki potensi besar, sekaligus rawan bencana.
Kondisi itu mendorong gerakan penanaman vegetasi. Sebab sebelumnya, Pantai Amping Parak tidak memiliki benteng alami.

Penanaman dimulai pada 2015 dengan 35 ribu mangrove dan 3.300 cemara laut. Program ini berlanjut setiap tahun dengan pola tanam 1×1 meter. Kini jumlah mangrove terus bertambah dan bahkan sudah mampu memproduksi bibit sendiri sejak 2017.

Baca Juga

Tak hanya itu, Amping Parak juga mengembangkan konservasi penyu. Metode yang digunakan mulai dari penetasan alami, semi alami hingga buatan.

Sejak Desember 2025, penetasan buatan mulai dilakukan. Dalam satu kotak bisa menampung sekitar 1.000 telur. Hingga kini, sekitar 1.500 tukik telah berhasil ditetaskan dan dilepasliarkan.

Atas berbagai inovasi tersebut, pada 2024 Amping Parak dinobatkan sebagai Desa Terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Haridman menegaskan, semua yang dilakukan berawal dari panggilan untuk menjaga lingkungan.

Ia berharap, upaya ini tak hanya melindungi pesisir dari ancaman bencana, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news