KLIKPOSITIF — Liburan bukan sekadar waktu untuk bepergian atau berganti suasana. Para ahli menyebutkan bahwa mengambil cuti dari pekerjaan memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Dalam laporan yang dimuat oleh Inc., disebutkan setidaknya ada empat manfaat utama dari liburan yang dilakukan dengan baik.
Manfaat pertama adalah penurunan stres
Sejumlah studi menunjukkan bahwa liburan menjauhkan seseorang dari aktivitas yang memicu stres dan kecemasan. Bahkan, efek positif ini dapat bertahan hingga seseorang kembali bekerja. Penelitian lain juga menemukan bahwa orang yang rutin berlibur cenderung mengalami lebih sedikit keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri punggung.
Manfaat kedua berkaitan dengan kesehatan jantung
Studi menunjukkan bahwa risiko serangan jantung meningkat pada orang yang melewatkan waktu liburan, bahkan jika hanya dalam satu tahun.
Ketiga, liburan terbukti meningkatkan produktivitas
Peneliti menyebutkan bahwa karyawan menjadi lebih fokus setelah kembali bekerja. Studi dari Ernst & Young menemukan bahwa setiap tambahan 10 jam waktu liburan dapat meningkatkan kinerja tahunan karyawan hingga 8 persen. Selain itu, karyawan yang rutin berlibur juga cenderung lebih loyal dan tidak mudah meninggalkan perusahaan.
Manfaat keempat adalah kualitas tidur yang lebih baik. Para peneliti menjelaskan bahwa gangguan tidur sering dialami pekerja yang memiliki beban pikiran tinggi. Liburan membantu “mengatur ulang” pola tidur sehingga menjadi lebih sehat.
Tren Cuti Tak Terbatas
Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat bahkan mulai menerapkan kebijakan cuti berbayar tanpa batas atau unlimited paid time off (PTO). Salah satunya adalah Glassdoor.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa meskipun karyawan bebas mengambil cuti, tetap ada aturan seperti persetujuan manajer dan pengukuran produktivitas. Menariknya, banyak karyawan justru perlu diingatkan untuk mengambil waktu libur mereka.
Perusahaan lain seperti General Electric juga menerapkan kebijakan serupa. Menurut pimpinan SDM GE Capital, sistem ini didasarkan pada kepercayaan terhadap karyawan, yang tetap harus berkoordinasi dengan tim untuk menjaga kelancaran pekerjaan.
Para ahli menekankan bahwa liburan sebaiknya digunakan untuk benar-benar beristirahat, bukan hanya menyelesaikan pekerjaan rumah atau urusan sehari-hari.
“Ketika seseorang mengambil waktu untuk beristirahat, relaksasi, dan refleksi, mereka akan kembali bekerja dengan energi baru,” ujar salah satu praktisi SDM.
Selain meningkatkan kesejahteraan karyawan, kebijakan ini juga memberi keuntungan bagi perusahaan, termasuk efisiensi biaya dan terciptanya budaya kerja yang lebih sehat dan fleksibel.

17 hours ago
5



















































