KLIKPOSITIF — Kebiasaan melewatkan sarapan ternyata dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 3 Oktober 2025 dalam jurnal Nutrients menemukan adanya hubungan antara tidak sarapan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik.
Dilansir dari laman Health. Harvard. Edu, sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko penyakit serius. Kondisi ini ditandai dengan setidaknya tiga dari lima faktor, yaitu tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas abdominal (lemak berlebih di area perut), kadar trigliserida tinggi, serta kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang rendah. Diperkirakan sekitar satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kondisi ini.
Penelitian yang menggabungkan data dari sembilan studi dengan total 118.385 partisipan tersebut menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan memiliki risiko 10% lebih tinggi mengalami sindrom metabolik. Selain itu, kebiasaan tidak sarapan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko pada masing-masing komponen penyusun sindrom metabolik.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, penelitian ini belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, tetapi menunjukkan adanya kemungkinan kaitan yang perlu diteliti lebih lanjut.
Para ahli menyarankan pentingnya mengonsumsi sarapan bergizi secara rutin. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi di pagi hari, sarapan juga berperan dalam menjaga metabolisme tubuh agar bekerja secara optimal.

21 hours ago
4



















































