Tips Aman Simpan Daging Kurban, Terhindari dari Bakteri

2 hours ago 3

Tips Aman Simpan Daging Kurban, Terhindari dari Bakteri

Ilustrasi daging giling. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar memperhatikan standar keamanan pangan dalam pengelolaan daging kurban untuk mencegah kontaminasi bakteri dan penyakit zoonosis selama Iduladha. Risiko pencemaran disebut tidak hanya terjadi saat penyembelihan hewan kurban, tetapi juga selama proses penyimpanan hingga pengolahan daging.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan keamanan daging kurban harus dijaga sejak tahap awal penerimaan hingga penyajian makanan siap konsumsi.

“Kontaminasi juga dapat terjadi selama pengelolaan daging kurban dan keamanan daging kurban perlu dijaga sejak tahapan pertama,” ujar Andi dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Enam Tahapan Keamanan Daging Kurban

Kemenkes menyebut terdapat enam aspek penting yang perlu diperhatikan masyarakat untuk menjaga keamanan daging kurban. Tahapan tersebut meliputi penerimaan daging, penyimpanan daging mentah, proses pemasakan, penyimpanan makanan matang, pengangkutan makanan matang, hingga penyajian makanan siap konsumsi.

Pada tahap penerimaan, masyarakat diminta memastikan kondisi daging masih segar dan layak konsumsi. Setelah diterima, daging disarankan segera diolah agar kualitas tetap terjaga.

Suhu Penyimpanan Daging Kurban

Jika daging belum akan dimasak, masyarakat diminta menyimpannya di dalam lemari pendingin dengan suhu yang sesuai agar tidak mudah terkontaminasi bakteri.

“Jika belum akan dimasak maka daging kurban harus disimpan di kulkas pada suhu kurang dari 5 derajat Celsius dan ini bisa bertahan sampai empat hari,” katanya.

Untuk penyimpanan jangka panjang, Kemenkes menyarankan daging kurban disimpan di freezer dengan suhu minus 18 hingga minus 20 derajat Celsius. Dalam kondisi tersebut, daging disebut dapat bertahan hingga sekitar tiga bulan.

Andi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi daging yang terlalu lama tersimpan di freezer karena kualitas dan keamanannya dapat menurun.

“Kalau sudah lebih daripada enam bulan setahun sebaiknya tidak dikonsumsi,” ujarnya.

Daging Harus Dimasak Matang

Kemenkes meminta masyarakat memastikan daging dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri maupun kuman penyebab penyakit, termasuk bakteri penyebab antraks.

Selain itu, makanan matang yang disimpan dalam jumlah besar disarankan dibagi menjadi beberapa porsi kecil sebelum dimasukkan ke lemari pendingin agar lebih aman saat dipanaskan kembali.

Perhatikan Kebersihan Saat Distribusi

Kebersihan selama pengangkutan makanan matang juga menjadi perhatian Kemenkes. Masyarakat diminta memastikan wadah dan sarana transportasi makanan dalam kondisi bersih agar olahan daging kurban tidak terpapar pencemaran.

“Jika daging yang sudah matang akan dikirim ke tempat lain, kita pastikan bahwa transportasinya aman, bersih, dan daging dikemas secara baik agar terhindar dari pencemaran,” kata Andi.

Makanan Matang Maksimal Empat Jam di Suhu Ruang

Kemenkes juga mengingatkan olahan daging kurban seperti rendang, gulai, maupun makanan matang lainnya sebaiknya tidak terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang.

“Jadi ketika disajikan pukul 8 pagi sebaiknya harus habis dikonsumsi sebelum jam 12,” ujarnya.

Apabila makanan belum habis dikonsumsi, masyarakat dianjurkan memanaskannya kembali sebelum dimakan ulang untuk memastikan bakteri mati selama proses pemanasan.

“Penerapan standar keamanan pangan tersebut penting untuk memastikan masyarakat dapat mengonsumsi daging kurban secara aman dan sehat selama momentum Iduladha,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news