Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara Harus Diselamatkan

4 hours ago 5

 Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara Harus Diselamatkan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk menyelamatkan kekayaan negara yang diduga hilang akibat praktik perampasan dan pencurian aset nasional. Nilainya disebut mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp10,27 triliun di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

"Pada hari ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan. Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga dan mengamankan seluruh kekayaan negara sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945, termasuk sumber daya alam yang terkandung di dalam bumi dan air Indonesia.

Menurutnya, penyelamatan aset negara menjadi langkah penting agar kekayaan nasional tidak terus mengalir ke luar negeri tanpa memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari, tiap minggu, tiap bulan. Kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspor tidak ditaruh di Indonesia. Penjualan timah, penjualan emas, penjualan itu datanya ada, faktanya ada," ujarnya.

Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara

Dalam pidatonya, Prabowo menilai praktik kebocoran kekayaan negara harus segera dihentikan karena berdampak langsung terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan generasi mendatang.

Ia mengatakan masyarakat saat ini menyaksikan secara langsung bagaimana kekayaan alam Indonesia terus diambil tanpa memberikan manfaat optimal bagi rakyat. Karena itu, pemerintah disebut akan tetap melanjutkan upaya penyelamatan aset negara meskipun menghadapi berbagai tantangan dan risiko politik maupun ekonomi.

"Rakyat Indonesia akan menentukan sikap dan kita mengerti bahwa mereka paham, bahwa mereka menyaksikan tiap hari kekayaan Indonesia dicuri, diambil, ini harus berhenti. Dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko," tegasnya.

Satgas PKH Disebut Jadi Instrumen Penyelamatan Aset

Prabowo juga menyinggung keberadaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dinilai berperan penting dalam upaya penyelamatan kekayaan negara. Menurutnya, keberadaan satgas tersebut tidak disukai pihak-pihak yang selama ini mengambil keuntungan dari penguasaan aset negara secara tidak semestinya.

Meski begitu, Presiden menilai hasil kerja Satgas PKH yang telah beberapa kali menyerahkan penyelamatan keuangan negara masih menjadi bagian kecil dari potensi aset nasional yang belum berhasil diamankan.

"Pertanyaan nanti banyak, apakah bisa? Jawabannya adalah bukan apakah bisa. Jawabannya adalah harus bisa. Ini bukan masalah mau tidak mau, ini bukan masalah kita cari popularitas, bukan, ini bukan, oh Pemerintah Prabowo sok populis, tidak. Ini adalah masalah survival 287 juta rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Ia kembali menekankan bahwa upaya penyelamatan kekayaan negara bukan semata agenda politik, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu menjaga keberlanjutan ekonomi nasional di tengah besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news