Polisi Ungkap Fakta Duel Remaja di Kulonprogo, Diduga Terkait Asmara

4 hours ago 3

Polisi Ungkap Fakta Duel Remaja di Kulonprogo, Diduga Terkait Asmara

Ilustrasi tawuran./Antara

Harianjogja.com, KULONPROGO—Kasus yang sempat dikira aksi klitih di wilayah Pengasih, Kulonprogo, ternyata merupakan perkelahian antarremaja yang diduga dipicu persoalan pribadi. Insiden itu mencuat setelah sejumlah remaja mengaku menjadi korban klitih usai mengalami kecelakaan di dekat SMK Negeri 2 Pengasih, Rabu (13/5/2026) dini hari.

Pengakuan tersebut sempat membuat warga sekitar panik dan berupaya mencari pelaku klitih. Namun, hasil penyelidikan Polres Kulonprogo mengungkap bahwa kejadian tersebut merupakan duel antara dua pemuda yang sebelumnya sudah janjian bertemu. Peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah akun Instagram jogja_admin.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, Iptu Subihan Afuan Ardhi, mengatakan polisi awalnya menerima laporan masyarakat terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Yamaha NMAX di depan SMK Negeri 2 Pengasih sekitar pukul 03.00 WIB.

"Awalnya ada laporan masyarakat mengenai kecelakaan lalu lintas. Namun setelah dilakukan pendalaman, ternyata kejadian tersebut berkaitan dengan perkelahian remaja," ujar Iptu Subihan kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, bentrokan terjadi di kawasan Bok Kuning, Pengasih, sekitar pukul 02.00 WIB antara dua pemuda berinisial AK dan AA alias Bocil. Dalam duel tersebut, AK mengalami luka sobek di pergelangan tangan kiri akibat sabetan senjata tajam.

Polisi menduga perkelahian dipicu persoalan asmara, meski motif tersebut masih terus didalami penyidik. Kedua pihak diketahui datang bersama rekan masing-masing saat pertemuan berlangsung.

"Setelah kami dalami, belum ada indikasi pertarungan antar geng. Motifnya murni masalah pribadi antara AK dan AA. Namun, keduanya memang membawa rekan masing-masing saat bertemu," tambahnya.

Meski melibatkan sejumlah remaja dan penggunaan senjata tajam, polisi memastikan insiden tersebut bukan aksi klitih maupun tawuran antar-geng yang terorganisasi.

Dalam proses penyelidikan, aparat mengamankan satu buah celurit yang diketahui digunakan oleh korban. Sementara senjata tajam milik pihak AA alias Bocil masih dalam pencarian petugas.

Sebanyak tujuh remaja turut diamankan untuk dimintai keterangan. Mereka berasal dari wilayah Sentolo dan Pengasih dengan rentang usia 15 hingga 21 tahun. Ketujuh remaja tersebut masing-masing berinisial MNM (16), SN (15), GAD (17), FNH (16), AF (21), AS (21), dan OR (20).

"Untuk ketujuh remaja kita ambil keterangannya usai diamankan," ucap Subihan.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kulonprogo, seluruh remaja tersebut dipulangkan kepada orang tua masing-masing. Kendati demikian, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berlanjut dan para remaja wajib memenuhi panggilan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pemeriksaan lanjutan.

"Status mereka saat ini sudah diambil keterangannya dan dikembalikan ke orang tua. Namun, mereka wajib hadir sewaktu-waktu jika diperlukan kembali untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," pungkas Subihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news