KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

3 hours ago 3

KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

KNKT masih menyelidiki penyebab kecelakaan KRL di Bekasi Timur dengan memeriksa CCTV, black box, dan sistem persinyalan kereta./Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mengumpulkan sejumlah data terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menewaskan 16 orang. Investigasi dilakukan untuk mengungkap penyebab insiden, termasuk menelusuri sistem persinyalan, komunikasi, hingga data rekaman elektronik dari kereta dan kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan tim investigasi saat ini masih melakukan pendalaman data di lapangan. Selain pemeriksaan teknis, KNKT juga akan meminta keterangan tambahan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan insiden tersebut.

"Jadi kami masih dalam pengumpulan data-data di lapangan dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintasan kemudian di komunikasi seperti apa, kita lagi pengumpulan data-datanya. Masih banyak yang kita kumpulkan data dan masih ada beberapa orang yang harus kita wawancarai," ujar Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan dilengkapi kamera pengawas atau CCTV serta perangkat perekam data yang berfungsi seperti kotak hitam (black box). Data tersebut akan dianalisis untuk mengetahui kronologi dan faktor penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

KNKT juga melakukan pengumpulan data dari lokasi insiden lain yang melibatkan kereta CommuterLine dengan mobil taksi listrik. Data elektronik dari kendaraan tersebut saat ini sedang diunduh untuk kebutuhan investigasi lanjutan.

"Sebagian data sudah kami peroleh tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya, kalau data yang di mobil taksi itu ada black box-nya juga, ini lagi kita unduh. Nanti setelah kita evaluasi dan kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitar situ apa yang terjadi di taksi listrik tersebut," kata Soerjanto Tjahjono.

Ia memastikan seluruh pihak yang dimintai keterangan bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung. Hingga kini, KNKT disebut tidak mengalami hambatan dalam memperoleh data maupun meminta penjelasan dari pihak terkait.

"Kooperatif. Tidak ada, tidak ada halangan kalau kita minta keterangan," katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta masyarakat menunggu hasil resmi investigasi KNKT terkait penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat. Pemerintah menilai proses investigasi masih berjalan dan memerlukan pendalaman secara menyeluruh.

Menhub mengimbau masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi diumumkan. KNKT nantinya akan menyampaikan penyebab kecelakaan sekaligus rekomendasi keselamatan guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Menurut Dudy, KNKT masih terus melakukan investigasi atas kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

Sebagai bagian dari proses investigasi, KNKT juga telah melakukan simulasi sistem persinyalan kereta api. Langkah tersebut dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, terutama terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kecelakaan terjadi.

Hingga saat ini, proses investigasi kecelakaan kereta di Bekasi Timur masih terus berlangsung, termasuk evaluasi data teknis dan pemeriksaan berbagai aspek keselamatan transportasi perkeretaapian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news