
Pemain anyar PSS Sleman asal Jepang, Hiromu Tanaka ditemui usai latihan di Lapangan Pakembinangun pada Rabu (12/8/2026)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemain anyar PSS Sleman asal Jepang, Hiromu Tanaka, harus melewati tantangan baru setelah untuk pertama kalinya berkarier di luar negaranya. Pemain kelahiran 1999 itu mengaku sempat gugup ketika menginjakkan kaki di Indonesia dan kini berusaha beradaptasi dengan suhu serta cuaca yang berbeda dari Jepang.
Selama ini, Hiromu Tanaka terus merumput di Liga Jepang sejak usia muda. PSS Sleman menjadi klub pertama di luar Jepang yang dibelanya.
"Karena ini pertama kalinya saya ke luar negeri, ya sedikit merasa gugup," ungkap Hiromu pada Rabu (12/8/2026) di Lapangan Pakembinangun.
Hiromu Tanaka Sudah Mendengar Ketertarikan Klub Indonesia
Meski baru pertama kali bermain di Indonesia, Hiromu Tanaka sebenarnya sudah memiliki sedikit gambaran mengenai sepak bola Indonesia. Sekitar tiga tahun lalu, dia mengaku pernah mendengar adanya klub Indonesia yang berminat merekrutnya.
Pengalaman tersebut membuatnya datang ke Indonesia dengan bayangan awal mengenai kehidupan dan sepak bola di Tanah Air. Sejauh ini, pemain kelahiran 1999 tersebut justru mengaku menikmati pengalaman barunya bersama PSS Sleman.
"Sekitar tiga tahun lalu saya sudah mendengar kalau ada tim dari Indonesia yang tertarik dengan saya. Jadi, saya datang ke sini sambil membayangkan gambarannya sedikit demi sedikit dan sejauh ini, saya sangat menikmatinya," tuturnya.
Beradaptasi dengan Cuaca Indonesia
Salah satu hal yang menjadi perhatian Hiromu setelah tiba di Indonesia adalah kondisi cuaca dan suhu. Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan yang biasa dirasakannya di Jepang.
Meski demikian, pemain anyar PSS Sleman itu terus berupaya menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya agar dapat menjalani aktivitas bersama tim.
"Suhu dan cuaca di sini berbeda, saya mencoba untuk terus beradaptasi dengan kondisi tersebut," kata Hiromu.
Selain beradaptasi dengan kondisi cuaca, Hiromu juga membangun komunikasi dengan rekan-rekan barunya di PSS Sleman. Komunikasi menjadi salah satu cara yang dilakukannya untuk memperlancar proses adaptasi bersama tim.
"Ya saya banyak berkomunikasi," ujarnya.
Saat ini, PSS Sleman masih mematangkan kekuatan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menyebut para pemain asing anyar masih membutuhkan waktu beradaptasi, sementara peluang mendatangkan pemain lokal juga tetap terbuka.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah PSS Sleman menjalani laga uji coba kontra Kendal Tornado FC. Selain melihat perkembangan rekrutan anyar, Huistra juga tengah menyiapkan rangkaian pertandingan persahabatan lainnya sebagai bagian dari persiapan pramusim.
Huistra menilai adaptasi menjadi salah satu hal yang harus segera dilakukan para legiun asing anyar. Mereka tidak hanya perlu menyatu dengan tim, tetapi juga harus terbiasa dengan karakter sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































