Gunungkidul Siapkan RDF 60 Ton Sampah per Hari, Dilelang Oktober 2026

3 hours ago 2

Gunungkidul Siapkan RDF 60 Ton Sampah per Hari, Dilelang Oktober 2026

Proses pengolahan sampah dengan output berupa RDF di TPS 3R Nitikan, Kota Jogja./Dokumen Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas hingga 60 ton per hari. Fasilitas yang direncanakan dibangun di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Wukirsari, Baleharjo, Kapanewon Wonosari, tersebut ditargetkan mulai dilelang pada Oktober 2026.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro, mengatakan pembangunan fasilitas RDF ditargetkan dapat dimulai setelah proses lelang. Fasilitas itu direncanakan mulai beroperasi secara resmi pada 2029.

“Rencananya bulan Oktober nanti mau dilelang dan dioperasionalkan 2029,” kata Eko, Kamis (13/8/2026).

RDF Gunungkidul Dibangun di Selatan TPA Wukirsari

Eko menjelaskan fasilitas pengolahan RDF akan dibangun di sebelah selatan TPA Wukirsari yang saat ini sudah digunakan. Pengolahan akan difokuskan pada sampah anorganik yang memiliki nilai untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Kapasitas fasilitas dirancang mencapai 60 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu menampung sampah anorganik dari wilayah Gunungkidul seiring dengan meningkatnya volume sampah setiap tahun.

“Yang RDF kapasitasnya 60 ton per hari. Itu untuk memenuhi RDF sendiri. Karena kami tidak ikut program PSEL lantaran biayanya lebih besar kalau kirim ke sana,” ujarnya.

Hasil pengolahan sampah nantinya berupa RDF yang dapat dijual sebagai bahan bakar. Setelah pembangunan selesai, Pemkab Gunungkidul akan menjadi pihak yang mengelola fasilitas tersebut.

Tidak Menggunakan APBD Gunungkidul

Pembangunan fasilitas RDF tidak menggunakan APBD Gunungkidul. Proyek tersebut mendapatkan dukungan pendanaan melalui pinjaman luar negeri yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, bersumber dari Asian Development Bank (ADB).

“Gunungkidul tinggal menerima barang jadi,” katanya.

Sebelum memperoleh dukungan pembangunan, Pemkab Gunungkidul harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya berupa komitmen pemerintah daerah untuk menanggung biaya operasional fasilitas setelah mulai beroperasi.

Biaya operasional fasilitas diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar setiap tahun. Oleh karena itu, Pemkab Gunungkidul harus menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk mengoperasikan fasilitas tersebut.

Pembangunan RDF Berlangsung Dua Tahun

Rencana pembangunan RDF di Gunungkidul sebenarnya telah dibahas sejak 2021. Proses realisasinya berlangsung secara bertahap hingga fasilitas tersebut direncanakan masuk tahap pembangunan fisik pada 2027.

Pembangunan fisik ditargetkan berlangsung selama dua tahun, yakni 2027-2028. Setelah itu, fasilitas diperkirakan mulai menjalani uji coba pada pertengahan 2028 sebelum ditargetkan beroperasi secara resmi pada 2029.

“Pembangunannya rencana dua tahun, 2027-2028. Mungkin pertengahan 2028 sudah uji coba, tetapi secara resmi 2029,” ucapnya.

Sampah Gunungkidul Diproyeksikan Penuhi Kapasitas RDF

Eko memastikan kebutuhan kapasitas pengolahan sebesar 60 ton sampah per hari diperkirakan dapat terpenuhi ketika fasilitas mulai beroperasi pada 2029. Saat ini, sampah yang tersedia untuk diolah telah mencapai sekitar 50 ton per hari.

Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 10 ton sampah per hari dari kapasitas yang dirancang. Kekurangan tersebut diproyeksikan tertutup oleh pertumbuhan volume sampah dalam beberapa tahun mendatang.

Peningkatan aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan menjadi salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap bertambahnya timbulan sampah di Gunungkidul.

“Sekarang yang sudah ada 50 ton per hari. Diperkirakan nanti 2029 sudah terpenuhi 60 ton,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news