
Garudayaksa FC juara Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 usai kalahkan PSS Sleman lewat drama adu penalti di Stadion Maguwoharjo. /Instagram.
Harianjogja.com, SLEMAN—Final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo menghadirkan drama penuh tensi. PSS Sleman harus mengakui keunggulan Garudayaksa FC lewat adu penalti dengan skor 3-4 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Sabtu (9/5/2026) malam.
Kekalahan dramatis ini membuat Super Elja gagal menutup musim dengan trofi juara meski sempat bangkit dari ketertinggalan dua gol.
Garudayaksa FC yang berstatus tim debutan justru sukses mencetak sejarah dengan langsung meraih gelar juara Liga 2 atau Pegadaian Championship pada musim perdananya. Klub ini sekaligus memastikan diri naik kasta ke Super League musim depan dengan modal prestasi impresif.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal laga. PSS Sleman yang bermain di hadapan ribuan suporternya di Stadion Maguwoharjo sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama sebelum akhirnya mampu bangkit pada babak kedua melalui aksi Gustavo Tocantins.
Penyerang asal Brasil tersebut menjadi pembeda bagi PSS. Tocantins mencetak dua gol penting pada menit ke-51 dan masa injury time babak kedua untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Menariknya, kedua gol itu lahir dari posisi dan sudut tembakan yang hampir identik di sisi kiri kotak penalti Garudayaksa FC.
Gol pertama dicetak Tocantins menggunakan kaki kanan, sedangkan gol kedua lahir lewat sepakan kaki kiri yang mengarah ke sudut kanan gawang lawan. Sebelum mencetak gol kedua, Tocantins sebenarnya sempat membobol gawang Garudayaksa pada menit ke-76, namun dianulir wasit karena posisi offside.
Penampilan Gustavo Tocantins benar-benar menjadi nyawa permainan PSS Sleman. Eks pemain Corinthians Brasil, Persikabo 1973, dan Barito Putra itu tampil tenang dalam melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan serta beberapa kali merepotkan barisan belakang Garudayaksa FC.
Skor imbang 2-2 bertahan hingga babak tambahan waktu selesai sehingga penentuan juara harus ditentukan melalui adu penalti. Pada momen krusial itu, Garudayaksa FC tampil lebih efektif.
Adu Penalti
Garudayaksa sebenarnya sempat berada dalam tekanan setelah penendang pertamanya, Everton Nascimento, gagal menjalankan tugas. PSS lebih dulu unggul 1-0 lewat eksekusi Junior Hagi. Namun situasi berubah ketika algojo kedua PSS, Kevin Gomes, gagal mencetak gol usai sepakannya ditepis kiper Garudayaksa, Yoewanto Beny.
Eksekutor kedua hingga keempat kedua tim sama-sama mampu menjalankan tugas dengan baik. Christian Frydek dan penendang keempat Garudayaksa sukses mencetak gol, sementara PSS membalas melalui Irvan Mofu dan Alfareza sehingga skor kembali imbang 3-3.
Penentuan terjadi pada penendang terakhir. Taufik yang maju sebagai algojo kelima Garudayaksa sukses menaklukkan penjaga gawang PSS. Sebaliknya, Gustavo Tocantins yang sebelumnya menjadi penyelamat Super Elja gagal mencetak gol dari titik putih. Bola sepakannya tak mampu mengubah keadaan dan memastikan Garudayaksa FC menang adu penalti 4-3.
Kekalahan ini membuat PSS Sleman gagal mengangkat trofi di kandang sendiri meski sebelumnya berhasil memastikan tiket promosi ke Super League. Sementara Garudayaksa FC menutup musim debut mereka dengan gelar juara Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
6
















































