Bekas PG Gesikan Bantul Diduga Simpan Struktur Cagar Budaya

5 hours ago 5

Bekas PG Gesikan Bantul Diduga Simpan Struktur Cagar Budaya

Struktur bangunan diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta penyelamatan struktur sebelum pengembangan kebun kelapa. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL—Temuan struktur bangunan yang diduga sebagai objek cagar budaya (ODCB) ditemukan di kawasan bekas Pabrik Gula (PG) Gesikan, Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul. Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul pun menerbitkan sejumlah rekomendasi penyelamatan terhadap struktur tersebut sebelum pengembangan calon kebun induk kelapa dilakukan di lokasi itu.

Lahan seluas 47.597 meter persegi milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY tersebut berada di sebelah selatan Lapangan Wijirejo, Pandak. Temuan struktur pondasi bangunan muncul saat DPKP DIY bersiap menjalankan program pengembangan tanaman perkebunan di area bekas PG Gesikan.

Karena adanya dugaan objek cagar budaya, DPKP DIY kemudian meminta Disbud Bantul melakukan kajian dan penilaian terhadap struktur yang ditemukan. Struktur tersebut diperkirakan merupakan bagian dari bangunan lama bekas Pabrik Gula Gesikan.

Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Disbud Bantul, Elfi Wachid Nur Rahman, mengatakan pengecekan lapangan telah dilakukan pada akhir April 2026. Hasil kajian beserta rekomendasi resmi juga sudah dikirimkan kepada DPKP DIY pada 4 Mei 2026 untuk dipatuhi dalam pelaksanaan program pengembangan kawasan tersebut.

“Surat rekomendasinya sudah kami kirim 4 Mei kemarin dan itu wajib dipatuhi. Jadi kalau nanti ditemukan ada pelanggaran terkait dengan hal ini, ranahnya juga sudah ada sanksi-sanksi yang sudah menanti,” kata Elfi, Selasa (5/5/2026).

Disbud Bantul Minta Struktur Bekas PG Gesikan Diselamatkan

Dalam rekomendasi tersebut, Disbud Bantul meminta agar struktur bekas bangunan PG Gesikan yang masih in-situ atau berada di lokasi aslinya tetap dipertahankan. Struktur itu diminta tidak dibongkar maupun diubah bentuknya.

Selain itu, tinggalan struktur yang masih dalam kondisi kompak juga harus diberi ruang penyangga pengamanan dengan radius tiga meter dari titik terluar bangunan. Area tersebut diminta dibebaskan dari tanaman apa pun guna menjaga kondisi struktur tetap aman.

Disbud Bantul juga melarang pemindahan reruntuhan struktur yang masih utuh tanpa melalui penelitian arkeologis sebagai objek diduga cagar budaya. Dalam proses penanaman pohon kelapa, apabila ditemukan benda atau struktur lain saat penggalian tanah dilakukan, aktivitas di lokasi wajib dihentikan sementara dan segera dilaporkan kepada Dinas Kebudayaan setempat.

“Intinya tim ahli cagar budaya memberikan rekomendasi untuk menyelamatkan struktur bekas bangunan PG Gesikan,” jelasnya.

Tim Ahli Cagar Budaya Turun Langsung ke Lokasi

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, menjelaskan penyusunan rekomendasi tersebut melibatkan tim ahli cagar budaya yang telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Tim melakukan identifikasi kondisi fisik objek, mengamati karakteristik struktur bangunan, hingga mengumpulkan data awal untuk kajian lanjutan.

“Ini bertujuan untuk memastikan status objek tersebut, apakah memenuhi kriteria sebagai cagar budaya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Yanatun, langkah tersebut juga menjadi bagian awal dari upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya di Bantul. Ia menilai koordinasi antarinstansi sangat diperlukan agar pelestarian objek bersejarah dapat berjalan beriringan dengan program pembangunan daerah, termasuk pengembangan sektor perkebunan di kawasan bekas PG Gesikan tersebut.

“Dalam upaya pelestarian cagar budaya tentu perlu sinergi antarinstansi dalam menjaga keberadaan objek-objek bersejarah, terutama yang berpotensi terdampak kegiatan pembangunan. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan upaya pelestarian cagar budaya dapat berjalan seiring dengan program pembangunan daerah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news