Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih

2 hours ago 2

Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih Foto ilustrasi sakit perut - keracunan. / Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Seluruh siswa SD Negeri Kowang di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, yang sempat mengalami gejala diduga keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini telah kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

Pihak sekolah memastikan kondisi para siswa sudah membaik setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Jetis 1. Tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap akibat kejadian tersebut.

Guru Koordinator MBG SD Negeri Kowang, Wulan, mengatakan seluruh siswa sudah pulih pada Rabu (6/5/2026) siang.

“Jadi setelah ditangani Puskesmas Jetis 1 tidak ada siswa yang rawat inap dan hanya rawat jalan saja. Bahkan pada pukul 13.40 WIB kemarin seluruh siswa sudah dalam kondisi sehat semua,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Wulan juga meluruskan jumlah siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG. Menurutnya, jumlah siswa yang terdampak bukan 23 orang seperti informasi yang sempat beredar, melainkan 18 siswa.

“Jadi saya luruskan ya, bukan 23 siswa yang diduga keracunan MBG namun 18 siswa dan saat ini sudah masuk sekolah semuanya dan kondisinya sehat,” katanya.

Pihak sekolah kini memilih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Bantul untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa tersebut.

Menurut Wulan, sampel makanan program MBG sudah diambil oleh petugas Dinas Kesehatan Bantul untuk diuji lebih lanjut.

“Kami ingin menunggu hasil uji laboratorium yang sampel MBG sudah diambil oleh Dinas Kesehatan kemarin,” ungkapnya.

Kasus ini sebelumnya sempat menjadi perhatian warga karena melibatkan program MBG yang diikuti ratusan siswa di sekolah tersebut. Di SD Negeri Kowang sendiri, program MBG diikuti sekitar 160 siswa serta 14 guru dan karyawan sekolah.

Menariknya, sejumlah guru juga ikut mengonsumsi menu makanan yang sama, namun tidak mengalami keluhan kesehatan seperti yang dialami sebagian siswa.

“Jadi guru kemarin juga ada yang mengkonsumsi MBG namun tidak terdampak. Ya mungkin karena kondisi tubuhnya kuat, imunnya kuat,” tutur Wulan yang juga guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

Sementara itu, aktivitas di SPPG Jetis Patalan 3 yang berada di Jalan Parangtritis KM 16, Kalurahan Patalan, terlihat berhenti sementara sehari setelah kejadian tersebut mencuat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat aktivitas distribusi makanan. Area sekitar hanya tampak terdapat dua mobil operasional bertuliskan SPPG dan beberapa sepeda motor yang terparkir di sekitar bangunan.

Salah satu relawan SPPG yang enggan disebutkan namanya mengatakan pihak pengelola masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan Bantul sehingga belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci kepada publik.

“Maaf ya, kepala SPPG baru sedang rapat, ini kita juga baru menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan Bantul. Jadi belum bisa memberikan keterangan. Namun hari ini tidak ada aktivitas di SPPG ini,” ujarnya.

Hingga Kamis sore, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemerintah Kabupaten Bantul bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman sambil menunggu hasil uji laboratorium makanan MBG tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news